Kenali Risiko Sejak Awal, 54 Warga Binaan Lapas Piru Jalani Skrining Adiksi ASSIST
Piru, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru melalui Seksi Perawatan lakukan skrining adiksi menggunakan metode Alcohol, Smoking and Substance Involvement Screening Test (ASSIST) terhadap 54 Warga Binaan yang masuk Lapas sejak Januari 2026. Kegiatan berlangsung di Klinik Pratama Lapas Piru, Senin (7/9).
Skrining dilakukan oleh perawat Lapas Piru, Ns. Suryani, bersama peserta magang untuk mengetahui riwayat penggunaan zat pada Warga Binaan serta mengidentifikasi kebutuhan asesmen atau rehabilitasi terkait narkoba, mental, dan sosial.
Ns. Suryani menjelaskan skrining adiksi ASSIST merupakan langkah awal untuk mengetahui kondisi dan riwayat penggunaan zat pada Warga Binaan.
“Skrining adiksi ASSIST ini menjadi langkah awal untuk mengetahui riwayat penggunaan zat pada Warga Binaan. Hasil skrining dapat menjadi dasar untuk menentukan apakah diperlukan tindak lanjut berupa asesmen atau rehabilitasi,” jelas Ns. Suryani.
Ia menambahkan, hasil skrining tunjukkan seluruh 54 Warga Binaan berada dalam kategori risiko ringan sehingga tidak diperlukan asesmen lanjutan untuk program rehabilitasi.
Kepala Subseksi Perawatan, Ellen Dienza Anakotta, menyampaikan bahwa skrining dilakukan untuk memantau kondisi Warga Binaan sejak awal menjalani masa pembinaan.
“Skrining ini penting dilakukan sebagai upaya deteksi dini terhadap riwayat penggunaan zat pada Warga Binaan. Dengan mengetahui hasilnya sejak awal, kami dapat memberikan tindak lanjut sesuai kebutuhan dan memastikan pelayanan perawatan diberikan secara tepat,” ujar Ellen.
Salah seorang Warga Binaan, W, mengaku mengikuti proses skrining dengan baik dan memahami pentingnya pemeriksaan tersebut sebagai bagian dari pelayanan kesehatan selama menjalani pembinaan.
“Menurut saya, pemeriksaan seperti ini baik karena kami jadi lebih memahami kondisi diri sendiri. Saya juga merasa diperhatikan karena kesehatan kami tetap dipantau selama berada di Lapas,” ungkap W.
Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, mengapresiasi pelaksanaan skrining sebagai bagian dari pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan.
“Kami terus mendorong pelayanan kesehatan yang dilakukan secara terukur dan berkelanjutan. Skrining seperti ini penting sebagai langkah deteksi dini agar kondisi Warga Binaan dapat diketahui dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan,” ujar Hery.
Lapas Piru akan terus tingkatkan pelayanan kesehatan dan perawatan bagi Warga Binaan sebagai bagian dari dukungan terhadap proses pembinaan. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Piru
What's Your Reaction?


