Kerja Sama Layanan Kesehatan, Lapas Gunung Sugih Gandeng Disdukcapil Lampung Tengah

Bandar Lampung, INFO_PAS - Pelbagai upaya telah dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sugih untuk memberikan layanan kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang sedang menjalani pidana di dalam lapas. Meskipun tidak ada satupun petugas lapas sebagai tenaga medis dan minimnya persediaan obat bagi 658 penghuni jeruji besi, tidak membuat Kepala Lapas Gunung Sugih, Syarpani, patah arang. Menurutnya, semua bisa diatasi berkat kerja sama dengan Dinas Kesehatan Lampung Tengah perihal penyediaan tenaga medis melakukan visit ke dalam lapas dan penyediaan obat dalam lapas, khususnya bagi WBP yang berobat di dalam lapas. Yang menjadi persoalan adalah juga WBP sakit parah dan harus dirujuk ke rumah sakit luar lapas karena terkendala aturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). "Kami telah melaksanakan kerja sama dengan Dinas Kesehatan Lampung Tengah perihal penyediaan tenaga medis melakukan visit ke dalam lapas dan penyediaan oba

Kerja Sama Layanan Kesehatan, Lapas Gunung Sugih Gandeng Disdukcapil Lampung Tengah
Bandar Lampung, INFO_PAS - Pelbagai upaya telah dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sugih untuk memberikan layanan kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang sedang menjalani pidana di dalam lapas. Meskipun tidak ada satupun petugas lapas sebagai tenaga medis dan minimnya persediaan obat bagi 658 penghuni jeruji besi, tidak membuat Kepala Lapas Gunung Sugih, Syarpani, patah arang. Menurutnya, semua bisa diatasi berkat kerja sama dengan Dinas Kesehatan Lampung Tengah perihal penyediaan tenaga medis melakukan visit ke dalam lapas dan penyediaan obat dalam lapas, khususnya bagi WBP yang berobat di dalam lapas. Yang menjadi persoalan adalah juga WBP sakit parah dan harus dirujuk ke rumah sakit luar lapas karena terkendala aturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). "Kami telah melaksanakan kerja sama dengan Dinas Kesehatan Lampung Tengah perihal penyediaan tenaga medis melakukan visit ke dalam lapas dan penyediaan obat dalam lapas. Semua sudah tertangani dengan baik," ujar Syarpani saat melakukan MoU kerja sama single identity dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Cipil Lampung Tengah di Hotel Novotel, Bandar Lampung. Rabu (12/9). Ia mengakui masih menemukan kendala bila WBP sakit dan harus dirujuk keluar lapas karena terkendala single identity dari BPJS. "Jika WBP berobat ke rumah sakit luar lapas. BPJS punya syarat ada e-KTP, sedangkan WBP mayoritas tidak memiliki identitas itu. Solusinya hari ini, kami kerja sama menangani ini semua demi menciptakan pelayanan pemasyarakatan yang prima," tutur pendiri Pesantren Al Furqon dalan lapas ini. MoU ini bertujuan mewujudkan Percepatan Pencapaian Kepemilikan Dokumen Kependudukan Bagi WBP Dalam Rangka Pendataan Untuk Mendapatkan Kartu Indonesia Sehat yang merupakan kartu identitas peserta Jaminan  Kesehatan Nasional dari BPJS. Kerja sama ini tindak lanjut dari MoU antara Menteri Hukum dan HAM dengan Menteri Dalam Negeri yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.     Kontributor: Luvian

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0