Kolaborasi Lapas Perempuan Martapura dan Disdik Kab. Banjar Wujudkan Pemenuhan Hak Pendidikan Warga Binaan
Martapura, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Martapura bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKMB) Insan Sekumpul gelar Sosialisasi Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), Jumat (28/11). Sosialisasi ini merupakan upaya memastikan pemenuhan hak pendidikan bagi Warga Binaan.
Kepala Lapas (Kalapas) Perempuan Martapura, Evi Loliancy, menyebut kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan agar pembinaan Warga Binaan berjalan lebih komprehensif. “Warga Binaan perlu mendapatkan pendidikan yang layak secara berjenjang meski berada di Lapas sehingga kelak diharapkan memberikan dampak positif, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Liana Penny, mengatakan pendidikan adalah hak fundamental bagi setiap orang, termasuk mereka yang berada dalam proses hukum. "Kami ingin Warga Binaan di Lapas Perempuan Martapura tetap mendapatkan kesempatan untuk belajar dan melanjutkan pendidikan dengan baik. Program ATS ini dirancang agar membantu mereka kembali ke jalur pendidikan yang sesuai," terangnya.
Selanjutnya, sosialisasi ini membahas beberapa materi penting, mulai dari mekanisme pendataan Warga Binaan yang tidak sekolah atau putus sekolah, alur layanan pendidikan alternatif hingga implementasi program kesetaraan seperti Paket A, B, dan C. Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai koordinasi antara Lapas Perempuan Martapura, Dinas Pendidikan, dan PKBM sebagai penyelenggara pembelajaran.
“Proses belajar mengajar bisa dikoordinasikan dengan pihak Lapas agar tidak mengganggu kegiatan di Lapas Perempuan Martapura,” terang Kepala PKMB Insan Sekumpul, Indah Afriyani Hamid.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk data aktual mengenai Warga Biinaan yang masuk kategori ATS dan tersusunnya rencana tindak lanjut layanan pendidikan yang berkelanjutan. Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar juga berkomitmen melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.
Pada kesempatan tersebut. Kalapas juga mengajak rombongan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar untuk meninjau program pembinaan kemandirian Warga Binaan. Rombongan diajak menyaksikan langsung aktivitas para Warga Binaan di bengkel kerja, tempat berbagai produk kreatif dan keterampilan dihasilkan.
“Dukungan moral dan tinjauan langsung dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar merupakan motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pembinaan, demi mewujudkan reintegrasi sosial yang optimal,” ujar Evi.
Sementara itu, Liana Penny mengungkapkan kekagumannya terhadap semangat belajar dan ketekunan Warga Binaan dalam mengikuti program pembinaan kemandirian. Ia menilai keterampilan yang diasah di Lapas akan menjadi bekal penting saat mereka kembali ke masyarakat.
“Antusiasme para Warga Binaan sangat luar biasa. Program ini tidak hanya membekali mereka dengan kemampuan praktis, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri untuk memulai kehidupan yang lebih baik setelah bebas,” pujinya.
Kunjungan ini menjadi bentuk sinergi positif antara Lapas Perempuan Martapura dan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar dalam mendukung peningkatan kualitas pembinaan, khususnya di bidang pendidikan dan pelatihan keterampilan. (IR)
Kontributor: LPP Martapura
What's Your Reaction?


