Kurangi Timbunan Sampah, Lapas Perempuan Pangkalpinang Jalin PKS dengan DLH Kota Pangkalpinang
Pangkalpinang, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Pangkalpinang sepakati Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pangkalpinang tentang Sinergi Program Pembinaan Pengelolaan Sampah Organik/Anorganik di Lingkungan Lapas Perempuan Pangkalpinang, Kamis (8/10). Penandatanganan PKS dilakukan langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Pangkalpinang, Rina Setiari, bersama Kepala DLH Kota Pangkalpinang, Fahrizal, guna membangun pengelolaan sampah terpadu, berkelanjutan, serta mendukung terciptanya lingkungan Pemasyarakatan yang bersih dan sehat.
Rina menyampaikan tingginya aktivitas pembinaan Warga Binaan di Lapas berdampak pada volume sampah yang dihasilkan. "Dengan hadirnya kerja sama ini, memberikan harapan baru bahwa apa yang dibuang ternyata masih bisa berguna dan bernilai manfaat. Kami berharap kolaborasi ini memberikan kemanfaatan serta pengetahuan berharga bagi petugas dan Warga Binaan," harapnya.
Selaku Kepala DLH Kota Pangkalpinang, Fahrizal menyambut hangat inisiatif dari pihak Lapas Perempuan Pangkalpinang dalam menyikapi persoalan penumpukan sampah, khususnya di TPA. "Kami sudah memiliki program Bank Sampah. Harapannya, ada program pemilahan sampah organik maupun anorganik di lingkungan Lapas. Secara ideal, ketika kita mampu memilah sampah dari sumbernya, kondisi penumpukan sampah di TPA tidak akan terlalu banyak. Salah satu upaya utama untuk mengurangi sampah adalah dengan membatasi dan mengurangi konsumsi," ungkapnya.
Usai penandatanganan PKS, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi dan edukasi mengenai pengelolaan limbah dan sampah. Sesi materi edukasi dan sosialisasi disampaikan oleh Penyuluh Lingkungan Hidup DLH Kota Pangkalpinang, Yusli Riadi. Peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai teknik pemilahan sampah organik, anorganik, hingga sampah residu. Edukasi mencakup pengolahan sampah organik menjadi kompos maupun pemanfaatan lainnya yang ramah lingkungan.
Melalui sinergi ini, diharapkan Lapas Perempuan Pangkalpinang menjadi salah satu percontohan Lapas yang mandiri dalam pengelolaan sampah sekaligus membekali para Warga Binaan dengan keterampilan ekologis yang bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat setelah menjalani masa pembinaan. (IR)
Kontributor: LPP Pangkalpinang
What's Your Reaction?


