Lahan Idle Disulap Jadi Lahan Produktif, Lapas Pemuda Madiun Perkuat Program Ketahanan Pangan

Lahan Idle Disulap Jadi Lahan Produktif, Lapas Pemuda Madiun Perkuat Program Ketahanan Pangan

Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun terus dukung program ketahanan pangan melalui optimalisasi lahan yang belum termanfaatkan. Area kosong yang berada di luar lingkungan Lapas dan selama ini terlihat belum dimanfaatkan, kini mulai dibuka dan dipersiapkan menjadi lahan produktif yang dapat ditanami berbagai tanaman pangan.

Pada Senin (7/9), pembukaan lahan diawali dengan proses penggemburan tanah menggunakan traktor. Pengolahan tanah ini dilakukan untuk memecah dan menggemburkan struktur tanah agar menjadi lebih siap untuk proses penanaman. Setelah tanah diolah, selanjutnya lahan akan ditata dan dipersiapkan sesuai jenis tanaman yang akan dikembangkan.

Pemanfaatan lahan idle ini menjadi salah satu langkah Lapas Pemuda Madiun dalam mengoptimalkan setiap potensi lahan yang tersedia agar memberikan manfaat nyata. Selain mendukung program ketahanan pangan, lahan tersebut nantinya diharapkan menjadi area produktif yang menghasilkan berbagai komoditas pangan.

Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk tidak membiarkan lahan yang tersedia menjadi area yang tidak produktif. “Lahan yang sebelumnya terlihat kosong ini kami buka dan manfaatkan agar menjadi lahan produktif. Tahap awal kami lakukan dengan menggemburkan tanah menggunakan traktor supaya kondisi tanah lebih siap untuk ditanami. Harapannya, setelah proses persiapan selesai, lahan ini dimanfaatkan untuk berbagai tanaman yang mendukung ketahanan pangan,” jelasnya.

Menurut Rudi, pemanfaatan lahan idle merupakan bentuk inovasi sekaligus upaya untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki Lapas Pemuda Madiun. Pengelolaan lahan secara berkelanjutan diharapkan memberikan manfaat bagi lingkungan Lapas sekaligus mendukung program ketahanan pangan.

“Kami ingin setiap lahan yang ada memiliki nilai manfaat. Tidak hanya sekadar menjadi area kosong, tetapi bisa menghasilkan dan memberikan dampak positif. Ini merupakan langkah awal, dan ke depan akan kami kembangkan secara bertahap agar menjadi lahan produktif dan berkelanjutan,” tutur Rudi.

Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Dwi Saputra, menjelaskan proses pengolahan lahan menjadi tahap awal yang penting sebelum memasuki proses penanaman. Menurutnya, kondisi tanah perlu dipersiapkan dengan baik agar tanaman yang nantinya dikembangkan tumbuh optimal.

“Untuk tahap awal, kami fokus pada pengolahan dan persiapan lahan. Tanah digemburkan terlebih dahulu agar struktur tanah menjadi lebih baik dan siap ditanami. Setelah itu, kami akan melakukan penataan lahan serta menentukan jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan program ketahanan pangan,” jelas Dwi.

Dwi menambahkan, pemanfaatan lahan tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan aspek perawatan dan keberlanjutan. Pihaknya berharap lahan yang sebelumnya belum termanfaatkan dikelola maksimal sehinggamenghasilkan komoditas pangan berkelanjutan.

“Kami akan mengoptimalkan lahan ini secara bertahap. Tidak hanya sampai pada tahap penanaman, tetapi juga akan kami perhatikan proses pemeliharaan hingga masa panen. Dengan pengelolaan yang baik, kami berharap lahan ini benar-benar menjadi lahan produktif yang memberikan manfaat dan mendukung program ketahanan pangan Lapas Pemuda Madiun,” tambah Dwi.

Dengan dimulainya proses pengolahan tanah tersebut, Lapas Pemuda Madiun optimistis area yang sebelumnya merupakan lahan idle berubah menjadi kawasan pertanian produktif. Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen Lapas Pemuda Madiun dalam mendukung ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan secara optimal dan berkelanjutan. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Pemuda Madiun

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0