Perkuat Pembimbingan Klien Pemasyarakatan, Bapas Waikabubak Gelar Sosialisasi dan FGD Kelayan Binter
Waikabubak, INFO_PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Waikabubak selenggarakan Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter) sebagai langkah optimalkan pembimbingan dan reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan, Selasa (8/9).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Pelita Waikabubak ini dihadiri Kepala Lapas Kelas IIB Waikabubak, Kepala Lapas Terbuka Kelas IIB Waikabubak, Kepala Dinas Sosial Sumba Barat, Kepala Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Sumba Barat, camat, kepala desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas di wilayah Sumba Barat.
Program Kelayan Binter dirancang sebagai wadah bimbingan terpadu, baik kepribadian maupun kemandirian, agar Klien Pemasyarakatan dapat kembali berperan secara produktif di tengah masyarakat.
Kepala Bapas Waikabubak, Rahmad Pijati, menegaskan bahwa keberhasilan reintegrasi Klien Pemasyarakatan butuh kolaborasi dan dukungan konkret dari pemerintah setempat hingga tingkat kecamatan dan desa.
“Pembimbingan Klien Pemasyarakatan tidak bisa dilakukan oleh Bapas sendirian. Melalui program Kelayan Binter ini, kami ingin membangun ruang sinergi bersama pemerintah tingkat kecamatan dan desa untuk membimbing para Klien. Harapan kami, masyarakat tidak lagi memandang mereka dengan stigma negatif, melainkan memberikan kesempatan agar mereka bisa mandiri dan berkontribusi positif,” ujar Pijati.
Dukungan terhadap program ini juga disampaikan Camat Kota Waikabubak, Dominggus Seingu Bani Mesa, yang hadir dalam forum diskusi tersebut. Pihaknya menyambut baik inisiatif Bapas Waikabubak dan siap memfasilitasi koordinasi hingga tingkat desa.
“Kami sangat menyambut baik pembentukan Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi ini. Di tingkat kecamatan dan desa, kami siap berkolaborasi terkait program-program pemberdayaan bagi para Klien yang berada di wilayah kami. Ini adalah tanggung jawab moral bersama untuk memastikan mereka dapat kembali diterima dan beradaptasi di tengah masyarakat,” ungkap Dominggus.
Dengan kolaborasi tersebut, program integrasi sosial diharapkan dapat berjalan secara optimal serta memberikan dampak nyata bagi Klien Pemasyarakatan dan masyarakat setempat. (afn)
Kontributor: Humas Bapas Waikabubak
What's Your Reaction?


