Lapas Atambua Gelar Tadarus Perdana Ramadan 1447 H
Atambua, INFO_PAS - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Atambua, Bambang Hendra Setyawan, bersama jajaran pegawai muslim membaur bersama tujuh orang Warga Binaan pada salat Tarawih serta tadarus perdana, Rabu (18/2) malam. Ibadah yang berlangsung di Musala Al-Taubat tersebut berlangsung khusyuk dan khidmat.
Suasana ibadah malam pertama Ramadan 1447 H ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran Ketua Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (Pipas) Lapas Atambua, Tatik Hendra, serta para peserta magang yang turut salat berjamaah. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian yang dirancang untuk memperkuat spiritualitas seluruh keluarga besar Lapas Atambua selama bulan suci.
Rangkaian ibadah malam perdana tersebut diawali dengan pelaksanaan salat Isya berjamaah yang diimami oleh Ustaz Jumaidi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan salat Tarawih dan penyampaian tausiyah singkat oleh Ustaz Ahmad Madji yang memberikan pesan-pesan moral serta motivasi bagi para Warga Binaan untuk terus memperbaiki diri. Kehadiran para pendakwah ini merupakan hasil kerja sama antara Lapas Atambua dengan Kementerian Agama Kabupaten Belu.
Kalapas menegaskan, kegiatan keagamaan selama bulan Ramadan merupakan wujud pemenuhan hak beribadah bagi para Warga Binaan. Momentum ini dinilai sangat krusial dalam membentuk karakter, meningkatkan keimanan, serta menanamkan nilai-nilai positif.
“Kami memberikan ruang seluas-luasnya bagi Warga Binaan untuk beribadah. Ramadan adalah momentum refleksi diri. Melalui pelaksanaan salat Tarawih berjamaah di Lapas, kami berharap mereka menjadikannya sarana introspeksi diri. Apalagi, banyak sekali rahmat, ampunan (maghfirah), dan pahala yang bisa diraih umat Islam di bulan suci ini guna memperkuat tekad menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat nanti,” ujar Hendra.
Ia menambahkan bahwa pendekatan pembinaan di Lapas Atambua tidak lagi hanya berbasis pengamanan ketat, melainkan bergeser ke arah pembinaan yang humanis dan berkelanjutan melalui sentuhan spiritual.
Bagi para Warga Binaan, Ramadan tahun ini menjadi momentum penting untuk menata ulang niat dan memohon ampunan atas kekhilafan masa lalu. Rian, salah satu Warga Binaan, mengaku bahwa pelaksanaan salat Tarawih malam pertama selalu menjadi momen yang paling emosional baginya.
“Salat Tarawih malam pertama ini selalu menjadi momen yang paling emosional bagi saya. Di sinilah saya merasa benar-benar bisa menata ulang niat dan memohon ampunan atas segala kekhilafan masa lalu,” tuturnya.
Pengakuan tulus tersebut merefleksikan bahwa Lapas Atambua kini bukan sekadar tempat menjalani masa hukuman, melainkan telah bertransformasi menjadi ruang pembelajaran batin bagi mereka yang bertekad kembali ke jalan yang benar.
Lapas Atambua berkomitmen seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari sahur, buka puasa bersama, hingga tadarus Al-Qur’an, akan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan hingga Idulfitri tiba. Meskipun demikian, aspek keamanan tetap menjadi prioritas melalui penyiagaan petugas di sejumlah titik strategis dengan pengawasan persuasif guna menjaga ketertiban tanpa mengganggu ketenangan jemaah. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Atambua
What's Your Reaction?


