Lapas Atambua Terus Tingkatkaan Kesiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem di NTT
Atambua, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua terus tingkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur. Langkah antisipatif ini diambil menyusul peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengenai potensi hujan lebat dan angin kencang yang diprediksi berlangsung periode 20 s.d. 22 Januari 2026.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, Adi Maxim Li turun langsung melakukan penyisiran dan kontrol intensif di seluruh area vital, seperti perkantoran, dapur, bengkel kerja, terutama blok dan kamar hunian Warga Binaan, Selasa (21/1). Upaya ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penghuni di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Adi menjelaskan hujan lebat yang disertai angin kencang diprediksi memicu berbagai risiko teknis maupun nonteknis. Pengecekan dilakukan pada bagian atap guna mengantisipasi kebocoran seng dan memastikan saluran drainase di sekitar blok hunian berfungsi dengan baik agar tidak terjadi genangan air atau banjir. Selain kondisi fisik bangunan, aspek kelistrikan menjadi perhatian serius.
"Kami pastikan seluruh titik listrik dalam keadaan aman dan terlindungi dari paparan air hujan agar tidak terjadi korsleting yang dapat memicu kebakaran,” jelas Adi.
Pihak Lapas juga berkomitmen untuk selalu sigap terhadap segala kemungkinan. Keselamatan Warga Binaan dan keamanan institusi adalah prioritas utama.
“Melalui langkah pencegahan ini, kami berupaya meminimalisir dampak buruk yang mungkin timbul akibat cuaca ekstrem," harap Adi.
Kegiatan ini mendapat respon positif dari para Warga Binaan. Di tengah kekhawatiran akan cuaca buruk, kehadiran petugas yang melakukan pengecekan langsung ke kamar-kamar hunian memberikan rasa aman bagi mereka.
"Kami merasa lebih tenang karena petugas sangat sigap mengecek kondisi plafon yang bocor dan kabel-kabel listrik. Saat angin kencang kemarin, kami sempat khawatir. Dengan adanya kontrol rutin ini, kami merasa diperhatikan keselamatannya," ujar salah satu Warga Binaan, Jefri.
Kondisi geografis Nusa Tenggara Timur yang rentan terhadap perubahan cuaca menuntut jajaran Pemasyarakatan untuk selalu dalam posisi siap siaga. Selain memperketat kontrol, Lapas Atambua juga mendorong seluruh Warga Binaan agar menjaga kebersihan dan ketertiban, serta segera melapor kepada petugas jaga jika menemukan adanya tanda-tanda kerusakan bangunan atau gangguan kelistrikan sekecil apa pun demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Lapas Atambua terpantau aman dan terkendali. Seluruh kegiatan pembinaan tetap berjalan meskipun dengan penyesuaian intensitas pengawasan yang lebih ketat dari biasanya. (IR)
Kontributor: Lapas Atambua
What's Your Reaction?


