Lapas Banjar Unjuk Komitmen Integritas pada Evaluasi APBI bersama TPM Itjen Kemenimipas
Banjar, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banjar tunjukkan komitmen integritas seluruh jajaran pada On Desk Evaluasi Anugerah Pembangunan Budaya Integritas (APBI) Pratama Tahun 2026 oleh Tim Penilai Mandiri (TPM) Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Senin (19/10). Kegiatan yang berlangsung secara virtual ini menjadi evaluasi pembangunan budaya integritas terhadap 53 satuan kerja di lingkungan Kemenimipas.
Kepala Lapas Banjar, Tutut Prasetyo, menyampaikan keikutsertaan dalam evaluasi APBI Pratama Tahun 2026 merupakan wujud keseriusan seluruh jajaran dalam membangun lingkungan kerja yang berintegritas, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik. "Evaluasi ini menjadi momentum bagi kami untuk menunjukkan komitmen bersama dalam membangun budaya integritas di Lapas Banjar. Integritas bukan hanya tentang kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga bagaimana setiap petugas memberikan pelayanan yang jujur, transparan, profesional, dan bertanggung jawab kepada masyarakat," tegasnya.
Lebih lanjut, Tutut menegaskan pembangunan budaya integritas terus diperkuat melalui pengawasan internal, pengendalian risiko, peningkatan kompetensi petugas, serta pengembangan inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna layanan dan karakteristik Lapas Banjar. "Kami terus berupaya menghadirkan pelayanan yang makin baik melalui berbagai inovasi dan perbaikan berkelanjutan. Masukan dari TPM maupun masyarakat menjadi evaluasi penting untuk memperkuat kualitas layanan serta memastikan seluruh jajaran bekerja sesuai prinsip integritas dan akuntabilitas," tambahnya.
Sebelumnya, TPM melakukan peninjauan kondisi Lapas Banjar secara virtual melalui kegiatan office tour yang disiarkan secara langsung. Peninjauan mencakup gerbang utama dan Pos Wasrik, area parkir, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, jalur disabilitas, ruang P2U, fasilitas pemeriksaan barang dan badan pengunjung, ruang kunjungan, galeri, dapur, Pojok Aksi, masjid, Klinik Pratama, Saung SALIRA, Sanggar Kegiatan Belajar, hingga area lobi dan resepsionis.
Pengendali Teknis TPM, Tiarma Rosa Sinaga, menekankan evaluasi APBI tidak hanya berfokus pada pemenuhan dokumen administrasi, tetapi juga pada penerapan nilai integritas dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan sehari-hari. "Kami ingin melihat sejauh mana budaya integritas benar-benar diterapkan dalam pelaksanaan tugas, bukan sebatas pemenuhan administrasi. Komitmen pimpinan, pemahaman pegawai, pengendalian risiko, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam penilaian," ungkapnya.
Selain meninjau fasilitas, TPM melaksanakan wawancara terhadap sejumlah responden eksternal, meliputi perwakilan Kejaksaan Negeri Kota Banjar, Lembaga Bantuan Hukum, keluarga pengunjung, dan mantan Warga Binaan yang telah bebas melalui program Integrasi. Wawancara tersebut bertujuan memperoleh penilaian secara langsung mengenai kualitas pelayanan, transparansi informasi, profesionalisme petugas, dan penerapan prinsip integritas dalam penyelenggaraan layanan Pemasyarakatan.
Salah satu perwakilan responden dari unsur keluarga pengunjung, Muntazim, menggambarkan pentingnya pelayanan yang mudah diakses, transparan, serta tidak diskriminatif dan tidak ada pungutan liar. "Sebagai keluarga Warga Binaan, kami merasakan pelayanan di Lapas Banjar mudah, jelas, dan terbuka. Petugas memberikan informasi yang jelas mengenai prosedur kunjungan sehingga masyarakat memahami ketentuan yang berlaku. Kami juga menilai kualitas pelayanan yang sudah sangat baik ini dapat terus dipertahankan," ujarnya.
Sementara itu, wawancara terhadap responden internal dilakukan untuk mengukur pemahaman dan implementasi budaya integritas di lingkungan Lapas Banjar. Materi evaluasi mencakup penanganan isu strategis dan mitigasi risiko, pemahaman nilai-nilai integritas, pencegahan penyimpangan, pemanfaatan inovasi layanan, serta pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut hasil Survei Kepuasan Masyarakat.
Evaluasi ini juga menjadi sarana bagi Lapas Banjar untuk memperoleh penilaian dari berbagai pihak, baik internal maupun eksternal. Keterlibatan masyarakat sebagai responden diharapkan memberikan gambaran yang objektif mengenai pelaksanaan pelayanan publik sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah perbaikan ke depan.
Sebagai tindak lanjut, Lapas Banjar berkomitmen melakukan evaluasi internal, menindaklanjuti setiap catatan dan rekomendasi tim penilai, serta memperkuat penerapan budaya integritas berkelanjutan. Melalui evaluasi APBI Pratama Tahun 2026, Lapas Banjar berupaya terus mewujudkan tata kelola Pemasyarakatan yang bersih, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan prima, sejalan dengan semangat pembangunan budaya integritas di lingkungan Kemenimipas. (IR)
Kontributor: Lapas Banjar
What's Your Reaction?


