Lapas Banjarmasin Diversifikasi Budidaya, Dukung Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
Banjarmasin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin perkuat program ketahanan pangan melalui pengembangan berbagai sektor budidaya di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Upaya tersebut diwujudkan melalui pelepasan 24 ekor ayam petelur di area brandgang, penebaran 3.000 bibit ikan lele di kolam bioflok SAE 2, serta pengembangan budidaya 80 ekor lobster air tawar Red Claw, Selasa (9/6).
Kegiatan dipimpin Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, didampingi Kepala Seksi Kegiatan kerja, Bagus Paras Etika, Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, Obi Noverianda, beserta jajaran petugas dan Warga Binaan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang dikembangkan Lapas Banjarmasin untuk dukung ketahanan pangan nasional. Selain menjadi sarana pembelajaran dan pelatihan keterampilan bagi Warga Binaan, berbagai komoditas budidaya tersebut diharapkan mampu memberikan hasil yang produktif dan berkelanjutan.
Pada sektor peternakan, Lapas Banjarmasin menambah 24 ekor ayam petelur yang dibudidayakan menggunakan sistem kandang baterai di area Brandgang SAE 2. Penambahan tersebut melengkapi budidaya ayam petelur yang telah berjalan di SAE 1.
Sementara itu, pada sektor perikanan dilakukan penebaran 3.000 bibit ikan lele ke kolam bioflok SAE 2 sebagai langkah tingkatkan produksi perikanan. Tidak hanya itu, Lapas Banjarmasin juga mulai kembangkan komoditas baru melalui budidaya 80 ekor lobster air tawar Red Claw yang ditempatkan di SAE 2.
Bagus Paras Etika menyampaikan bahwa pengembangan berbagai sektor budidaya tersebut merupakan wujud nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah.
“Ini merupakan wujud nyata kami dalam mendukung program Bapak Presiden dan Bapak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang ketahanan pangan. Saat ini, di SAE 1 Lapas Banjarmasin telah berhasil membudidayakan 100 ekor ayam petelur. Dengan penambahan 24 ekor ayam petelur di area Brandgang SAE 2, total populasi ayam petelur yang kami budidayakan kini mencapai lebih dari 120 ekor. Selain itu, kami juga terus mengembangkan sektor perikanan dan budidaya lainnya sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian,” jelas Bagus Paras Etika.
Sementara itu, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pengembangan budidaya yang dilakukan tidak hanya bertujuan tingkatkan hasil produksi, tetapi juga perluas keterampilan dan pengalaman Warga Binaan dalam berbagai bidang usaha produktif.
“Kami tidak hanya berupaya mengembangkan budidaya ayam petelur, tetapi juga akan mencoba membuat kandang secara mandiri. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemandirian, mengoptimalkan potensi yang ada, serta memastikan program ketahanan pangan di Lapas Banjarmasin dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Terkait budidaya ikan lele, Akhmad Herriansyah berharap bibit yang telah ditebar dapat tumbuh optimal hingga masa panen.
“Bibit ikan lele yang kami tebar saat ini memiliki ukuran yang sudah cukup baik. Ke depan, yang perlu dilakukan adalah mengoptimalkan pemberian pakan dan perawatan agar pertumbuhannya maksimal sehingga dapat dipanen pada waktu yang tepat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Akhmad Herriansyah menyampaikan optimisme terhadap pengembangan budidaya lobster air tawar Red Claw sebagai komoditas baru di Lapas Banjarmasin.
“Kami berupaya merambah bidang baru, yaitu budidaya lobster air tawar. Sebelumnya, kami telah berhasil mengembangkan budidaya ikan lele, nila, patin, gurame, dan papuyu. Harapannya, budidaya lobster Red Claw juga dapat berkembang dengan baik dan memberikan hasil yang optimal,” tegasnya.

Salah satu Warga Binaan, AM, mengaku antusias mengikuti pengembangan berbagai sektor budidaya yang ada di Lapas Banjarmasin, khususnya budidaya lobster air tawar yang merupakan pengalaman baru baginya.
“Saya senang bisa ikut terlibat dalam kegiatan ini. Selain menambah pengetahuan tentang budidaya ayam, ikan, dan lobster, kami juga belajar bagaimana merawat dan mengelola usaha perikanan serta peternakan dengan baik. Keterampilan ini sangat bermanfaat sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat nanti,” ungkap AM. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


