Lapas Banjarmasin Pasarkan 420 Butir Telur SAE 1 melalui Koperasi
Banjarmasin, INFO_PAS – Sebanyak 420 butir telur ayam hasil budidaya di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin dipasarkan melalui Koperasi Lapas, Senin (24/8). Telur tersebut merupakan hasil budidaya ayam petelur yang dikelola melalui program pembinaan kemandirian di SAE 1.
Sebelumnya, proses pemeliharaan dilakukan secara rutin, mulai dari pemberian pakan dan minum, perawatan kandang, hingga pengumpulan telur. Telur yang telah dikumpulkan kemudian disalurkan untuk dipasarkan melalui Koperasi Lapas Banjarmasin. Penyerapan produk melalui koperasi menjadi upaya memastikan kegiatan pembinaan kemandirian memiliki kesinambungan, mulai dari proses produksi hingga pemanfaatan hasil.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika, menjelaskan penjualan melalui koperasi menjadi salah satu bentuk pemanfaatan produk SAE 1 sekaligus mendukung keberlangsungan budidaya ayam petelur. “Kami terus mendorong agar hasil produksi terserap dengan baik, salah satunya melalui Koperasi Lapas, sehingga kegiatan pembinaan terus berjalan produktif,” jelasnya.
Pihak Koperasi Lapas Banjarmasin, Inas, mendukung pemanfaatan produk hasil pembinaan kemandirian dengan membantu penyerapan dan pemasaran produk yang dihasilkan dari SAE. “Dengan adanya penyerapan seperti ini, hasil dari kegiatan Warga Binaan dapat terus bergerak dan memberikan manfaat,” ujarnya.
Salah seorang Warga Binaan insial P yang ditugaskan merawat ayam petelur di SAE 1 senang dapat menekuni kegiatan tersebut. “Dari kegiatan ini saya banyak belajar dan merasa puas ketika ayam yang kami rawat bisa menghasilkan telur yang kemudian dapat dipasarkan,” ungkapnya.
Secara terpisah, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengatakan pengembangan kegiatan pembinaan kemandirian perlu diarahkan hingga menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi. “Pembinaan kemandirian harus memberikan pengalaman utuh kepada Warga Binaan, mulai dari proses produksi sampai hasil tersebutdimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi. Penjualan telur melalui koperasi menjadi salah satu bentuk keberlanjutan dari kegiatan tersebut,” terangnya.
Budidaya ayam petelur tidak hanya memberikan pengalaman teknis kepada Warga Binaan dalam pemeliharaan ternak, tetapi juga mengenalkan rangkaian kegiatan produktif hingga pemasaran. Produk yang berhasil dipasarkan menjadi salah satu bentuk nyata bahwa keterampilan dan tanggung jawab yang diberikan kepada Warga Binaan dapat diarahkan menjadi kegiatan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan. (IR)
Kontributor: Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


