Lapas Cipinang Optimalkan Bengker, Wujudkan Warga Binaan Produktif dan Mandiri
Jakarta, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus akselerasi pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui penguatan Bengkel Kerja (Bengker) yang produktif dan bernilai ekonomi. Langkah tersebut menjadi implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan serta pemasaran produk hasil karya Warga Binaan, Senin (8/6).
Berbagai sektor pembinaan terus dikembangkan, mulai dari pertanian, perikanan, peternakan ayam petelur, produksi roti, batik, sablon, barbershop, laundry, hingga pengembangan Cafe 5PM sebagai ruang praktik kewirausahaan. Seluruh kegiatan tersebut diarahkan tidak hanya sebagai pelatihan, tetapi juga sebagai proses membangun keterampilan kerja, kedisiplinan, dan kemandirian ekonomi.
Kepala Lapas I Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian harus mampu memberikan manfaat nyata dan menjadi bekal bagi Warga Binaan setelah kembali ke masyarakat.
“Arah pembinaan kita jelas, bagaimana kegiatan kerja ini tidak berhenti sebagai aktivitas di dalam Lapas, tetapi menjadi proses membangun kemampuan dan karakter kerja. Warga Binaan harus memiliki keterampilan yang dapat digunakan untuk mandiri dan produktif setelah bebas nanti,” ujar Wachid.
Menurutnya, pengembangan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan juga menjadi bentuk dukungan terhadap program kemandirian pangan di lingkungan Pemasyarakatan melalui pemanfaatan potensi yang ada.
“Lahan dan fasilitas yang kita miliki harus memberi manfaat. Melalui pertanian, perikanan, dan peternakan, Warga Binaan belajar proses produksi sekaligus memahami nilai kerja keras, tanggung jawab, dan produktivitas,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Lis Susanti, menjelaskan bahwa pihaknya terus memperkuat pembinaan berbasis kebutuhan pasar, termasuk meningkatkan kualitas produk agar memiliki nilai jual yang lebih baik.
“Kami terus melakukan pendampingan agar hasil karya Warga Binaan semakin berkembang. Tidak hanya mampu membuat produk, tetapi juga memahami kualitas, standar produksi, hingga peluang pemasaran melalui koperasi maupun sektor UMKM,” jelas Lis.
Ia menambahkan bahwa pengembangan unit kegiatan kerja diarahkan agar semakin adaptif dan memberikan pengalaman kerja nyata bagi Warga Binaan.
“Harapannya, ketika kembali ke masyarakat, mereka tidak memulai dari nol karena sudah memiliki keterampilan, pengalaman kerja, dan kepercayaan diri untuk berkarya,” tambahnya.
Salah seorang Warga Binaan, RH, mengaku kegiatan kerja memberikan pengalaman baru sekaligus membuka harapan untuk masa depan.
“Awalnya saya hanya ikut belajar, tetapi sekarang saya memahami proses membuat produk, bekerja sama dalam tim, dan melihat peluang usaha. Ini menjadi bekal untuk memulai kehidupan yang lebih baik nanti,” ungkapnya. (afn)
Kontributor: Humas Lapas I Cipinang
What's Your Reaction?


