Lapas Klas IIB Merauke Resmikan Usaha Pangkas Rambut

Merauke, InfoPublik - Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Merauke kembali meresmikan usaha pangkas rambut. Usaha pangkas rambut yang berada di depan kantor Lapas Merauke ini dikelola langsung oleh para narapidana yang sudah berstatus assimilasi, sama dengan  usaha pencucian motor yang sementara berjalan saat ini. Peresmian usaha pangkas rambut ini diresmikan langsung oleh Kalapas Merauke Dwi Santoso dengan cara menggunting pita, Jumat (29/8).

Saat meresmikan, Kalapas Merauke Dwi Santoso menyampaikan terima kasih kepada donatur yang bersedia membangunan tempat usaha pangkas rambut sekaligus peralatannnya tersebut. Pangkas rambut ini sendiri bernama Alpama yang menurut Kalapas sudah menjadi ciri khas untuk Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Merauke.

‘’Ini yang pelru kita angkat kembali dan besarkan lagi.  Ke depan diharapkan ada program-program lagi, di mana kita butuhkan inovasi

Lapas Klas IIB Merauke Resmikan Usaha Pangkas Rambut

Merauke, InfoPublik - Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Merauke kembali meresmikan usaha pangkas rambut. Usaha pangkas rambut yang berada di depan kantor Lapas Merauke ini dikelola langsung oleh para narapidana yang sudah berstatus assimilasi, sama dengan  usaha pencucian motor yang sementara berjalan saat ini. Peresmian usaha pangkas rambut ini diresmikan langsung oleh Kalapas Merauke Dwi Santoso dengan cara menggunting pita, Jumat (29/8).

Saat meresmikan, Kalapas Merauke Dwi Santoso menyampaikan terima kasih kepada donatur yang bersedia membangunan tempat usaha pangkas rambut sekaligus peralatannnya tersebut. Pangkas rambut ini sendiri bernama Alpama yang menurut Kalapas sudah menjadi ciri khas untuk Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Merauke.

‘’Ini yang pelru kita angkat kembali dan besarkan lagi.  Ke depan diharapkan ada program-program lagi, di mana kita butuhkan inovasi, kreatifitas sesuai dengan semboyan 50 tahun kemasyarakatan yaitu inovatif, bersih dan bermartabat,’’ katanya.

Dijelaskan Kalapas, meski dengan kondisi keuanganyang minim, dimana terjadi pemotongan APBN lewat kementerian, namun pihaknya masih bisa berbuat melalui  usaha pangkas rambut bagi para narapidana dalam rangka pembinaan di Lapas  Merauke tersebut. ‘’Nah, kreativitas seperti ini yang dibutuhkan dengan menghadirkan tempat latihan bagi binaan,’’ jelasnya.

Dijelaskan, tujuan dari pemuatan pangkas rambut ini tak lain untuk memberikan bekal kepada binaan, keterampilan sekaligus  rasa percaya diri kepada mereka sehingga saat kembali ke masyarakat secara normal dan dapat berbuat untuk kehidupan mereka.

‘’Dengan adanya kegiatan seperti ini, mereka nantinya punya keterampilan dan skil untuk dapat mencari penghasilan  untuk dirinya sendiri dan keluarganya,’’ jelasnya.

Diakui, banyak dari penghuni Lapas Merauke yang bakat tapi selama tidak dapat tersalurkan. Sehingga dengan kehadiran usaha pangkas rambut  tersebut, para penghuni atau  narapidana yang sudah berstatus  assimilasi itu dapat menyalurkan bakat  dna keterampilan yang mereka miliki.

Sumber: http://infopublik.kominfo.go.id/

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0