Lapas Luwuk Gelar Penyuluhan Penyakit Scabies dan Edukasi PHBS bagi Warga Binaan
Luwuk, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk gelar penyuluhan kesehatan bagi Warga Binaan, Rabu (21/1). Penyuluhan ini diadakan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mencegah terjadinya penyakit menular, khususnya penyakit kulit di lingkungan blok hunian.
Kepala Subseksi Keperawatan, Dian Angeli De’e, memberikan penjelasan mendalam mengenai urgensi kegiatan ini. Ia menekankan lingkungan Lapas yang padat memerlukan perhatian ekstra terhadap kebersihan personal.
"Penyuluhan ini bukan sekadar teori. Melalui edukasi ini, kami mendorong Warga Binaan untuk lebih disiplin dalam menjemur kasur, tidak saling meminjam pakaian, dan rutin memotong kuku agar tidak menjadi sarang kuman," harap Dian.
Kegiatan yang berlangsung di area Lapas ini diinisiasi oleh para peserta magang dengan pendampingan intensif dari tenaga medis internal. Materi yang disampaikan fokus pada penanganan dan pencegahan penyakit Scabies atau yang dikenal masyarakat sebagai kudis. Para pemateri memaparkan secara detail mulai dari pengertian penyakit, cara penularan yang sangat cepat di lingkungan padat hunian, hingga tanda-tanda gejala awal agar dapat segera ditangani secara medis.
Selain itu, ditekankan pula pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Hal ini menjadi kunci utama agar rantai penularan penyakit kulit dapat diputus mengingat kebersihan diri dan lingkungan adalah benteng pertama dalam menjaga kesehatan di Lapas.
Tidak hanya mendengarkan materi, para Warga Binaan juga langsung mempraktikkan salah satu poin penting PHBS, yaitu pemotongan kuku secara massal di tempat. Aksi nyata ini dilakukan sambil menyimak sosialisasi sebagai simbol komitmen menjaga kebersihan personal untuk menghindari sarang kuman dan parasit.
Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, menegaskan kesehatan Warga Binaan adalah prioritas. “Melalui penyuluhan ini, kami ingin membangun kesadaran kolektif bahwa hidup bersih bukan hanya soal kenyamanan, tapi kebutuhan utama agar terhindar dari penyakit menular seperti Scabies yang kerap menjadi kendala di lingkungan hunian yang padat," ujarnya.
Kegiatan proaktif ini mendapat dukungan penuh dan apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan. Ia menekankan pelayanan kesehatan adalah mandat undang-undang yang harus dijalankan dengan prima.
"Edukasi kesehatan adalah kunci untuk menekan angka kesakitan di Lapas. Saya instruksikan agar semangat Lapas Sehat ini terus digelorakan di seluruh jajaran Pemasyarakatan di Sulawesi Tengah," pinta Bagus.
Suasana penyuluhan berlangsung sangat interaktif, ditandai dengan banyaknya pertanyaan pada sesi tanya jawab. Berbagai diskusi muncul terkait cara mencuci pakaian yang benar agar tungau Scabies mati hingga tips menjaga kebersihan kamar hunian agar tetap sehat meski dalam kapasitas yang padat.
Dengan lingkungan yang bersih dan Warga Binaan yang sehat, proses pembinaan di Lapas diharapkan berjalan dengan lebih optimal. (IR)
Kontributor: Lapas Luwuk
What's Your Reaction?


