Lapas Malang Tuan Rumah Pelatihan Berbasis Kompetensi

Malang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang sukses menjadi tuan rumah pelatihan berbasis kompetensi program pendidikan dan pelatihan bagi pencari kerja di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Kerja Singosari tahun anggaran 2017 yang digelar mulai 19 Juli s/d 22 Agustus 2017. Sejumlah pelatihan yang digelar antara lain pelatihan mesin listrik sepeda motor, menjahit, dan servis peralatan listrik rumah tangga. Pelatihan berbasis kompetensi dan ketrampilan ini berlangsung selama 36 hari atau 360 jam dengan jumlah 264 orang untuk tiga kejuruan. Secara khusus, Kepala Lapas Malang, Krismono, berterima kasih kepada UPT Balai Latihan Kerja Industri Singosari yang telah membekali narapidana Lapas Malang sesuai dengan bidang yang dipilihnya dalam mengikuti pelatihan ini. “Saya berharap pelatihan yang sudah dilakukan dapat diaplikasikan peserta untuk membuka lapangan usaha dan peluang kerja di tengah masyarakat serta ilmu yang didapat bisa digunaka

Lapas Malang Tuan Rumah Pelatihan Berbasis Kompetensi
Malang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang sukses menjadi tuan rumah pelatihan berbasis kompetensi program pendidikan dan pelatihan bagi pencari kerja di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Kerja Singosari tahun anggaran 2017 yang digelar mulai 19 Juli s/d 22 Agustus 2017. Sejumlah pelatihan yang digelar antara lain pelatihan mesin listrik sepeda motor, menjahit, dan servis peralatan listrik rumah tangga. Pelatihan berbasis kompetensi dan ketrampilan ini berlangsung selama 36 hari atau 360 jam dengan jumlah 264 orang untuk tiga kejuruan. Secara khusus, Kepala Lapas Malang, Krismono, berterima kasih kepada UPT Balai Latihan Kerja Industri Singosari yang telah membekali narapidana Lapas Malang sesuai dengan bidang yang dipilihnya dalam mengikuti pelatihan ini. “Saya berharap pelatihan yang sudah dilakukan dapat diaplikasikan peserta untuk membuka lapangan usaha dan peluang kerja di tengah masyarakat serta ilmu yang didapat bisa digunakan dengan sebaik-baiknya guna membangun kemandirian dan semangat kerja,” harapn Krismono. Dengan status Jawa Timur sebagai kota industri yang banyak membutuhkan tenaga kerja, tenaga kerja yang ada harus sesuai dengan kebutuhan perusahaan sehingga kemandirian usaha dan ketersediaan tenaga kerja sesuai pasar kerja menjadi penting. “Pelatihan-pelatihan seperti ini sangat perlu dilakukan dalam mengisi lapangan kerja yang tersedia di perusahaan dan membangun kemandirian usaha para Warga Binaan Pemasyarakatan 9WBP). Semoga pelatihan ini bisa mampu mendorong program pengentasan kemiskinan dan pengangguran,” harapnya lagi. Salah satu WBP yang mengikuti pelatihan tersebut bersyukur bisa mendapatkan keterampilan melalui pelatihan yang digelar. “Semoga saya bisa membuka usaha menjahit pakaian seragam sekolah di rumah setelah bebas tahun depan,” ucap Nombun, WBP kasus kriminal. Kontributor: Lapas Malang

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0