Lapas Narkotika Jakarta Gelar Seminar Kewirausahaan, Cetak Entrepreneur Mandiri

Lapas Narkotika Jakarta Gelar Seminar Kewirausahaan, Cetak Entrepreneur Mandiri

Jakarta, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Jakarta gelar Seminar Kewirausahaan bertajuk "Transformasi Warga Binaan Menjadi Entrepreneur", Kamis (7/5). Kegiatan ini digelar sebagai implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memberdayakan Warga Binaan menjadi pribadi yang mandiri dan produktif.

Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Jakarta, Dr. Syarpani, menekankan pentingnya pembekalan jiwa kewirausahaan bagi Warga Binaan selama menjalani masa pidana. Menurutnya, Lapas memiliki potensi ekonomi besar melalui berbagai unit pembinaan kemandirian, seperti konveksi dan peternakan.

“Kami ingin Warga Binaan tidak hanya menjadi pelaku usaha, tetapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan baru saat kembali ke masyarakat. Fokus kami adalah membekali mereka dengan keterampilan dan mentalitas sebagai bekal utama reintegrasi sosial,” tegas Syarpani.

Dukungan terhadap program ini juga disampaikan Kalapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, yang hadir langsung menyaksikan jalannya seminar. Ia berbagi pengalaman mengenai bagaimana kearifan lokal menjadi motor penggerak ekonomi di balik jeruji besi.

“Penyusunan program pembinaan harus berbasis pada kebutuhan pasar dan potensi daerah. Di Lapas Garut, kami fokus pada peternakan domba yang hasilnya sudah dirasakan manfaatnya. Kami berharap sinergi ini menginspirasi Warga Binaan di sini untuk melihat peluang usaha serupa sesuai keahliannya,” harap Rusdedy.

Seminar ini turut menghadirkan narasumber dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, Iffan Izzulhaq. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan penghapusan stigma negatif terhadap mantan Narapidana di dunia kerja. 

“Kunci sukses seorang entrepreneur adalah kemampuan melihat peluang di sekitar. Kami siap menjadi jembatan bagi produk-produk hasil karya Warga Binaan, seperti pengolahan komoditas lokal yang memiliki potensi ekspor tinggi,” tegas Iffan.

Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Cabang BRI Jatinegara, Gunaryadi, selaku narasumber menjelaskan akses permodalan sangat terbuka bagi pelaku usaha yang memiliki komitmen dan legalitas yang jelas. “Perbankan siap mendukung melalui skema KUR bagi usaha yang sudah berjalan secara konsisten minimal enam bulan. Kami melihat potensi besar dalam pembinaan mandiri di Lapas ini dan berharap Warga Binaan belajar mengelola manajemen keuangan sejak sekarang,” harapnya.

Salah satu Warga Binaan inisial AW sangat termotivasi dengan adanya seminar ini. Ia mendapatkan pencerahan mengenai cara memulai usaha dari nol. “Saya belajar bahwa menjadi pengusaha itu dimulai dari perubahan pola pikir. Penjelasan tentang pelatihan gratis dan akses permodalan membuat saya lebih optimistis untuk melanjutkan usaha kerajinan saya setelah bebas nanti,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan penekanan bahwa keberhasilan Pemasyarakatan bukan hanya diukur dari berakhirnya masa pidana, tetapi ketika seseorang mampu kembali sebagai manusia mandiri yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui sinergi dengan berbagai mitra strategis, Lapas Narkotika Jakarta berkomitmen untuk terus mencetak sumber daya manusia yang produktif dan siap bersaing di dunia usaha. (IR)

 

 

Kontributor: LPN Jakarta
 

What's Your Reaction?

like
2
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0