Lapas Palu Produksi Keripik Pisang, Siap Bersaing di Pasar UMKM

Lapas Palu Produksi Keripik Pisang, Siap Bersaing di Pasar UMKM

Palu, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu terus optimalkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu kegiatan yang saat ini dilaksanakan adalah pembuatan produk aneka rasa keripik pisang yang melibatkan langsung partisipasi Warga Binaan sebagai pembinaan keterampilan.

Kegiatan ini dilaksanakan di bawah pembinaan seksi kegiatan kerja dengan tujuan membekali Warga Binaan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke masyarakat. Dalam proses produksinya, Warga Binaan diajarkan mulai dari pemilihan bahan baku pisang yang berkualitas, teknik pengolahan, dan pengemasan produk.

Kepala Lapas Palu, Makmur, menjelaskan program ini merupakan upaya meningkatkan kemandirian Warga Binaan sekaligus mendukung program pemberdayaan ekonomi. “Melalui pelatihan pembuatan keripik pisang ini, kami ingin memberikan bekal keterampilan yang nyata agar Warga Binaan memiliki peluang usaha setelah bebas nanti,” jelasnya, Rabu (15/4).

Proses pembuatan keripik pisang dilakukan secara bertahap dan higienis. Warga Binaan dilibatkan dalam setiap tahapan, mulai dari pengupasan, pengirisan, penggorengan, hingga pengemasan produk dengan standar yang layak jual. Selain itu, mereka juga diberikan pemahaman mengenai manajemen usaha sederhana agar mampu mengelola usaha secara mandiri di kemudian hari.

Warga Binaan yang terlibat, Bafet, menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap proses pembinaan karena mereka menyadari keterampilan tersebut sangat bermanfaat untuk masa depan. “Selain mengisi waktu dengan hal yang positif, saya juga mendapatkan keterampilan baru yang sebelumnya belum pernah saya pelajari. Mulai dari proses pengolahan hingga pengemasan, semuanya memberikan pengalaman yang sangat berharga. Setidaknya, saya punya bekal untuk memulai usaha kecil dan membantu perekonomian keluarga,” ujarnya.

Hasil produksi keripik pisang ini akan dipasarkan kepada masyarakat, baik secara langsung maupun melalui kerja sama dengan pihak terkait. Dengan demikian, produk hasil karya Warga Binaan diharapkan mampu bersaing di pasaran sekaligus memberikan nilai ekonomi tambahan.

Melalui UMKM ini, Lapas Palu terus berkomitmen untuk menciptakan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Diharapkan, Warga Binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh bekal keterampilan yang membantu mereka menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Palu

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0