Lapas Perempuan Ambon bersama BPVP Maluku Gelar Uji Kompetensi dan Tutup Pelatihan Menjahit

Lapas Perempuan Ambon bersama BPVP Maluku Gelar Uji Kompetensi dan Tutup Pelatihan Menjahit

Ambon, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon bersama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Maluku laksanakan uji kompetensi sekaligus penutupan pelatihan kemandirian bidang menjahit dengan materi “Memasang Payet pada Busana”. Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual pada Senin (26/10).

Program ini merupakan bentuk sinergi antara Lapas Perempuan Ambon dan BPVP Ambon dalam meningkatkan keterampilan serta kompetensi Warga Binaan dan petugas. Kegiatan ini juga menjadi upaya mengoptimalkan potensi dan pemberdayaan Warga Binaan guna mendukung pembinaan kemandirian serta mendorong produktivitas sebagai bekal untuk kembali berperan aktif di tengah masyarakat setelah menjalani masa pidana.

Uji kompetensi dilakukan untuk mengukur kemampuan peserta dalam menerapkan materi yang telah dipelajari selama pelatihan. Tahapan ini menjadi bagian penting untuk mengevaluasi pencapaian keterampilan peserta sekaligus mendorong peningkatan kreativitas dan kualitas hasil karya.

Kepala Subseksi Pembinaan, Wa Otje, menyampaikan pelatihan menjahit merupakan langkah nyata dalam mengoptimalkan potensi dan memberdayakan Warga Binaan melalui peningkatan keterampilan produktif. “Kami berharap Warga Binaan tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga mengembangkan potensi diri menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi. Keterampilan yang diperoleh diharapkan menjadi bekal untuk hidup mandiri, produktif, dan kembali berperan aktif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana,” harapnya.

Sementara itu, Kepala BPVP Ambon yang diwakili oleh Kepala Subkoordinator Bidang Penyelenggaraan Pelatihan, Ferdinandus Rianto Sampe, menyampaikan harapan agar pelatihan yang telah dilaksanakan memberikan manfaat nyata bagi peserta, khususnya dalam meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan kemandirian setelah kembali ke masyarakat. “Keterampilan yang telah diperoleh diharapkan terus dikembangkan sehingga menjadi bekal untuk meningkatkan produktivitas, membuka peluang usaha, dan membangun kemandirian setelah kembali ke masyarakat. Dengan ini, pelatihan menjahit secara resmi kami tutup. Terima kasih kepada Lapas Perempuan Ambon atas sinergi dan kerja sama yang telah terjalin dengan baik,” ungkapnya.

Salah satu Warga Binaan berinisial R mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan untuk mengikuti pelatihan menjahit, khususnya materi memasang payet pada busana. “Saya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru yang sangat bermanfaat. Saya menjadi lebih memahami cara memasang payet pada busana dan berharap keterampilan ini terus saya kembangkan ke depannya. Semoga ilmu yang saya peroleh menjadi bekal untuk hidup lebih mandiri dan membuka peluang usaha setelah kembali ke masyarakat,” tuturnya.

Selama pelatihan, peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis dalam memasang payet pada busana. Keterampilan ini diharapkan dikembangkan menjadi kemampuan produktif yang memiliki nilai ekonomi sekaligus membuka peluang usaha bagi Warga Binaan setelah menyelesaikan masa pidana. (IR)

 

 

Kontributor: LPP Ambon

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0