Lapas Perempuan Kendari Gelar Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran
Kendari, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari gelar simulasi tanggap darurat kebakaran bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Kendari, Selasa (20/10). Kegiatan ini libatkan jajaran petugas dan Warga Binaan untuk tingkatkan kesiapsiagaan hadapi situasi darurat.
Kepala Lapas Perempuan Kendari, Agustina, menyampaikan bahwa kegiatan ini penting untuk tingkatkan kesiapsiagaan seluruh jajaran dalam menghadapi potensi kebakaran.
“Melalui simulasi ini, saya berharap semuanya dapat memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran, mulai dari mengenali potensi bahaya, menggunakan alat pemadam api, mengikuti prosedur evakuasi, hingga berkoordinasi dengan petugas terkait. Saya juga mengingatkan bahwa kesiapsiagaan tidak cukup hanya melalui pemahaman teori, tetapi harus didukung dengan latihan secara berkala, kedisiplinan, serta kemampuan untuk bertindak dengan tenang dalam situasi darurat,” ujarnya.

Kepala Bidang Pencegahan Dinas Damkar Kota Kendari, Muhdar, mengapresiasi inisiatif Lapas Perempuan Kendari melaksanakan kegiatan tersebut.
“Lapas merupakan salah satu objek vital dengan risiko kebakaran yang cukup tinggi. Dengan adanya simulasi ini, diharapkan jajaran petugas maupun Warga Binaan dapat mengetahui cara pencegahan dan penanggulangan apabila terjadi kebakaran,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, petugas Damkar Kota Kendari, Abriadin, memberikan edukasi mengenai teori api serta teknik penanggulangan kebakaran yang efektif dan aman. Materi dilanjutkan oleh Martoyo yang menjelaskan tata cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang benar serta teknik evakuasi saat terjadi keadaan darurat.
Kepala Urusan Tata Usaha Lapas Perempuan Kendari, Wawan Kurniawan, turut tekankan pentingnya pemahaman dan keterampilan praktis bagi seluruh jajaran dalam menghadapi potensi kebakaran.
“Simulasi seperti ini sangat penting karena memberikan pengalaman langsung kepada petugas dan Warga Binaan dalam menghadapi situasi darurat. Saya berharap pengetahuan yang diperoleh tidak hanya dipahami saat kegiatan berlangsung, tetapi juga diterapkan dalam keseharian, terutama dalam mengenali potensi bahaya, menggunakan sarana pemadam kebakaran, serta mengikuti prosedur evakuasi dengan tepat,” ujarnya.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik tanggap darurat kebakaran. Petugas dan Warga Binaan berlatih memadamkan api menggunakan karung goni basah dan APAR serta mempraktikkan penanganan kebocoran gas elpiji.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan penuh antusiasme. Kegiatan diakhiri dengan peninjauan titik evakuasi dan lokasi pemasangan APAR yang tepat oleh petugas Damkar bersama jajaran Lapas Perempuan Kendari.
Lapas Perempuan Kendari berharap petugas dan Warga Binaan semakin sigap dalam menghadapi situasi darurat sehingga keamanan dan keselamatan bersama dapat terjaga. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Perempuan Kendari
What's Your Reaction?


