Lapas Perempuan Palu dan BKMT Prov. Sulteng Ajak Warga Binaan Isi Ramadan dengan Kebaikan
Sigi, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu bersama Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Sulawesi Tengah gelar pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan bertema “Mengisi Ramadan dengan Kebaikan”, Sabtu (7/3). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh kehangatan yang diikuti 150 Warga Binaan yang antusias memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperdalam nilai-nilai keagamaan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah suasana religius di Lapas. Selanjutnya, para peserta bersama-sama melantunkan zikir dan selawat sebagai bentuk penguatan spiritual, serta ungkapan rasa syukur atas kesempatan untuk terus memperbaiki diri.
Kepala Lapas Perempuan Palu, Yoesiana, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BKMT Provinsi Sulawesi Tengah yang telah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu dan motivasi kepada Warga Binaan. Ia berharap Warga Binaan memanfaatkan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap Warga Binaan memaknai Ramadan sebagai kesempatan untuk memperkuat iman, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat,” harap Yoesiana.
Pada sesi ceramah agama, dua narasumber dari BKMT Provinsi Sulawesi Tengah memberikan tausiah yang sarat dengan nilai edukatif dan motivasi. Ceramah pertama disampaikan oleh Mardiati yang mengangkat tema “Peran Ibu dalam Membentuk Generasi Emas 2045”. Ia menekankan pentingnya peran seorang ibu dalam mendidik dan membentuk karakter anak agar menjadi generasi berakhlak mulia dan berkontribusi positif bagi bangsa.
Sementara itu, ceramah kedua disampaikan oleh Nurhayati dengan materi Tazkiyatun Nafs. Ia mengajak para peserta untuk senantiasa melakukan introspeksi diri, memperbaiki hati, dan meningkatkan kualitas ibadah sebagai proses mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Nurhayati turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan pembinaan spiritual di lingkungan Lapas memiliki peran penting dalam memberikan motivasi dan penguatan mental bagi para Warga Binaan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt., terlebih di bulan suci Ramadan. Semoga apa yang disampaikan hari ini menjadi bekal bagi mereka untuk memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya,” tutur Nurhayati.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab di mana para Warga Binaan dengan antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar kehidupan spiritual, peran keluarga, dan cara memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan Warga Binaan terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat nilai-nilai keimanan, serta menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk menebar kebaikan dan membangun harapan baru di masa depan. (IR)
Kontributor: LPP Palu
What's Your Reaction?


