Lapas Perempuan Palu Panen Belasan Kg Sayuran, Bukti Keberhasilan Pembinaan Warga Binaan
Sigi, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui pertanian produktif. Pada Sabtu (9/5), Lapas Perempuan Palu panen 16 kg sayuran yang terdiri dari lima kg kacang panjang dan 11 kg terong dari lahan pertanian yang berada di luar area tembok Lapas.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Palu, Yoesiana, bersama staf subseksi pembinaan dan lima Warga Binaan yang turut aktif dalam proses perawatan hingga panen. Suasana panen berlangsung penuh semangat dan kebersamaan sebagai bagian dari pembinaan positif bagi Warga Binaan.
Lahan pertanian yang digunakan sebelumnya merupakan lahan tidur yang kini dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung program ketahanan pangan di lingkungan Lapas. Sebelumnya, lahan tersebut juga telah mencatat keberhasilan dengan panen sekitar 2.000 buah jagung yang menjadi salah satu bukti keberhasilan program pembinaan berbasis pertanian yang dijalankan Lapas Perempuan Palu.
Yoesiana menyampaikan keberhasilan panen tersebut menjadi bukti program pembinaan yang diberikan kepada Warga Binaan berjalan positif dan produktif. Kegiatan pertanian tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga membangun semangat dan rasa tanggung jawab bagi Warga Binaan.
“Kami ingin memberikan pembinaan bermanfaat dan berkelanjutan bagi Warga Binaan. Hasil panen ini menjadi bukti dengan pembinaan yang tepat, Warga Binaan mampu berkarya dan produktif. Kami berharap kegiatan pertanian ini terus berkembang dan menjadi bekal keterampilan saat mereka kembali ke masyarakat,” harap Yoesiana.
Sementara itu, staf subseksi pembinaan, Jessy Emilia, mengatakan Warga Binaan menunjukkan antusiasme tinggi saat proses panen. Keterlibatan aktif Warga Binaan menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut.
“Warga Binaan sangat semangat mengikuti kegiatan berkebun ini. Mereka sejak awal lahan ini digarap dilibatkan untuk ikut belajar mulai dari pengolahan lahan, perawatan tanaman, hingga saat ini bisa panen. Selain menambah keterampilan, kegiatan ini juga memberikan aktivitas positif selama menjalani masa pembinaan,” ungkap Jessy.
Salah satu Warga Binaan berinisial IS senang dapat terlibat langsung dalam program pertanian tersebut. Pengalaman berkebun memberikan pengetahuan baru sekaligus menjadi kegiatan bermanfaat selama berada di Lapas.
“Saya merasa senang melihat hasil tanaman yang kami rawat berhasil dipanen. Kegiatan ini membuat kami lebih semangat dan memberikan pengalaman yang nantinya bermanfaat setelah bebas,” tutur IS.
Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dukungan terhadap program Asta Cita RI Indonesia serta Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendorong kemandirian pangan serta peningkatan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan pemasyarakatan. Selain menjadi sarana pembinaan keterampilan dan kemandirian, hasil panen sayuran tersebut akan dipasarkan kepada masyarakat sekitar Lapas dan petugas, serta dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas Perempuan Palu. Program pertanian ini diharapkan terus berkembang sebagai media pembinaan yang produktif sekaligus memberikan pengalaman dan keterampilan bagi Warga Binaan untuk bekal setelah kembali ke masyarakat. (IR)
Kontributor: LPP Palu
What's Your Reaction?


