Lapas Perempuan Palu Tingkatkan Intelektualitas dan Kepercayaan Diri Warga Binaan melalui Pembelajaran Bahasa Inggris
Sigi, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan bagi Warga Binaan. Salah satu upaya yang dilakukan melalui program pembinaan intelektual berupa pembelajaran Bahasa Inggris untuk menambah pengetahuan sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri Warga Binaan.
Pembelajaran Bahasa Inggris ini diikuti oleh 12 Warga Binaan dengan penuh antusias, Kamis (15/1). Materi yang disampaikan meliputi pengenalan kosakata dasar, percakapan sederhana, hingga latihan pengucapan yang disesuaikan dengan kemampuan peserta. Metode pembelajaran dibuat interaktif agar Warga Binaan lebih mudah memahami materi dan berani berkomunikasi.
Kepala Lapas Perempuan Palu, Yoesiana, menyampaikan pembelajaran Bahasa Inggris merupakan pembinaan kepribadian yang berfokus pada pengembangan intelektualitas Warga Binaan. Keterampilan berbahasa asing dinilai memiliki manfaat jangka panjang, baik untuk menambah wawasan maupun sebagai bekal saat Warga Binaan kembali ke tengah masyarakat.
“Melalui pembelajaran Bahasa Inggris, kami ingin memberikan bekal pengetahuan yang bermanfaat sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri Warga Binaan. Harapannya, keterampilan ini menjadi modal positif bagi mereka dalam menjalani kehidupan yang lebih baik setelah selesai menjalani masa pidana,” harap Yoesiana.
Pembelajaran Bahasa Inggris ini diisi oleh Hafiza, peserta magang di Lapas Perempuan Palu yang merupakan lulusan Jurusan Hubungan Internasional. Pendekatan pembelajaran dibuat santai dan komunikatif agar Warga Binaan merasa nyaman dan tidak takut untuk mencoba berbicara menggunakan Bahasa Inggris, meskipun masih dalam tahap dasar.
Hafiza menyampaikan kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penguasaan bahasa, tetapi juga pada keberanian Warga Binaan untuk mengekspresikan diri. “Saya melihat antusiasme yang sangat baik dari Warga Binaan. Pembelajaran Bahasa Inggris ini diharapkan membuka wawasan mereka sekaligus membangun rasa percaya diri, terutama dalam berkomunikasi. Bahasa adalah jendela pengetahuan, dan ini bisa menjadi bekal penting bagi mereka ke depannya,” ungkapnya.
Warga Binaan pun mengaku senang dan termotivasi mengikuti pembelajaran tersebut. Kegiatan ini memberikan pengalaman baru yang bermanfaat dan menambah kepercayaan diri mereka dalam mengembangkan kemampuan diri.
Melalui program pembelajaran Bahasa Inggris ini, Lapas Perempuan Palu berharap pembinaan yang diberikan juga berfokus pada pengembangan potensi dan kapasitas intelektual Warga Binaan secara berkelanjutan, sejalan dengan tujuan Sistem Pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada reintegrasi sosial. (IR)
Kontributor: LPP Palu
What's Your Reaction?


