Lapas Piru Perkuat Deteksi Dini lewat Operasi Gabungan Razia Malam dan Tes Urine
Piru, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru lakukan razia insidentil malam hari di blok hunian serta tes urine terhadap Warga Binaan dan pegawai, Jumat (18/9). Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Aparat Penegak Hukum (APH) dari Polsek Piru, Koramil 1513-01 Piru, dan Kompi 2 Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Maluku sebagai langkah deteksi dini gangguan keamanan dan pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Razia diawali dengan pemeriksaan dan penggeledahan area blok hunian. Petugas sisir sejumlah bagian yang berpotensi jadi tempat penyimpanan barang terlarang dengan tetap mengikuti prosedur pengamanan yang berlaku.
Dari hasil penggeledahan, petugas temukan 2 ikat pinggang, 1 kawat, 4 kaleng, 4 botol kaca, 2 pisau cukur, 1 batu asah, 5 sendok, 6 paku, 1 jepit kuku, 2 kaca, 9 korek api, 7 silet, dan 1 pisau dempul. Seluruh barang temuan diamankan sesuai SOP untuk cegah penyalahgunaan dan potensi gangguan keamanan.
Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban Lapas Piru, Hendro Suatrian, menyampaikan bahwa razia insidentil menjadi salah satu langkah pengawasan untuk memastikan kondisi blok hunian tetap aman dan terkendali.
“Razia kami lakukan secara menyeluruh dan tetap mengedepankan prosedur. Setiap barang yang ditemukan langsung diamankan dan dicatat untuk ditindaklanjuti, sehingga tidak berpotensi digunakan untuk hal-hal yang dapat mengganggu keamanan,” jelas Hendro.
Pada kegiatan yang sama, Lapas Piru melaksanakan tes urine terhadap 16 Warga Binaan dengan kasus narkotika dan 5 pegawai. Pemeriksaan menggunakan alat tes urine dengan 10 indikator, yakni PCP, SOMA, THC, MET, MIU, MDMA, MOP, COC, BZO, dan AMP. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh peserta dinyatakan negatif.
Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan bahwa razia dan tes urine jadi bagian dari pengawasan untuk mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan Lapas.
“Pengawasan tidak boleh hanya dilakukan ketika ada indikasi. Deteksi dini harus menjadi bagian dari pelaksanaan tugas sehari-hari. Kami akan terus memperkuat pengamanan dan pencegahan Halinar secara konsisten,” tegas Hery.
Dukungan terhadap kegiatan juga disampaikan Hasbullah, Wadanki Kompi 2 Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Maluku. Ia menilai sinergi antarinstansi menjadi bagian penting dalam mendukung langkah preventif di lingkungan Pemasyarakatan.
“Sinergi seperti ini penting untuk memperkuat langkah preventif. Masing-masing unsur memiliki peran dalam mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif, sehingga potensi gangguan dapat diantisipasi lebih awal,” ujar Hasbullah.
Sementara itu, Sertu William Salelua dari Koramil 1513-01 Piru menyampaikan dukungan terhadap langkah Lapas Piru dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
“Koordinasi lintas instansi perlu terus dipelihara. Kami mendukung langkah Lapas Piru dalam melakukan deteksi dini dan pencegahan agar kondisi keamanan tetap terjaga,” ungkap William.
Perwakilan Polsek Piru, Aipda Max Ngilawene, menambahkan bahwa keterlibatan kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya menjaga stabilitas keamanan di lingkungan Lapas.
“Kami mendukung langkah Lapas Piru dalam memperkuat pengawasan melalui kegiatan seperti ini. Koordinasi yang terbangun antara Lapas dan kepolisian perlu terus dijaga agar setiap potensi gangguan dapat ditangani secara cepat dan tepat,” ujar Max.
Melalui razia insidentil dan tes urine tersebut, Lapas Piru memperkuat pengawasan internal bersama TNI/Polri untuk menjaga lingkungan Pemasyarakatan tetap aman, tertib, dan bebas dari Halinar. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Piru
What's Your Reaction?


