Lapas Saparua Gandeng Puskesmas, Gelar Skrining TBC dan Cek Kesehatan Gratis
Saparua, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saparua bersama Puskesmas Saparua gelar cek kesehatan gratis dan skrining Tuberkulosis (TBC) bagi Warga Binaan, pegawai, serta peserta MagangHub, Rabu (7/10). Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan peserta sekaligus mendeteksi gejala TBC.
Kegiatan diawali dengan pendataan peserta, meliputi nama, NIK, tempat dan tanggal lahir, serta identitas lainnya. Peserta kemudian menjalani pengukuran berat badan dan pemeriksaan tekanan darah, dilanjutkan dengan edukasi mengenai batuk dan gejala yang perlu diperhatikan dalam skrining TBC.
Pemeriksaan lanjutan dilakukan sesuai kondisi masing-masing peserta. Peserta yang memerlukan pengecekan lebih lanjut menjalani pemeriksaan glukosa, asam urat, dan kolesterol. Bila terdapat indikasi, petugas melanjutkan pemeriksaan darah dan memberikan obat sesuai hasil pemeriksaan serta kondisi kesehatan peserta.
Kepala Lapas Saparua, Pramuaji Buamonabot, mengapresiasi layanan kesehatan yang diberikan Puskesmas Saparua, khususnya dalam mendukung pemantauan kesehatan Warga Binaan.
“Kami mengapresiasi Puskesmas Saparua yang telah memberikan layanan kesehatan. Khusus untuk skrining TBC, hasilnya akan menjadi bahan pemantauan dan tindak lanjut bagi Warga Binaan yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.
Kepala Puskesmas Saparua, Johan Nahumury, mengatakan pemeriksaan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi setiap peserta agar tindak lanjut dapat diberikan berdasarkan hasil pemeriksaan.
“Pemeriksaan kami lakukan sesuai kondisi kesehatan masing-masing. Dari hasil pemeriksaan, peserta yang membutuhkan penanganan lebih lanjut akan kami tindak lanjuti sesuai kebutuhannya,” ujarnya.
Dari skrining gejala batuk, peserta yang memenuhi kriteria pemeriksaan lanjutan menjalani pengambilan dahak. Sampel tersebut telah disampaikan kepada Puskesmas Saparua dan hasilnya masih dalam proses pemeriksaan. Hasil tersebut akan ditindaklanjuti setelah diterima.

Staf Kesehatan Lapas Saparua, Senly Matitale, menjelaskan pengambilan dahak dilakukan terhadap peserta yang mengalami gejala batuk.
“Kami melakukan cek kesehatan gratis dan skrining TBC. Untuk hasilnya masih menunggu dari Puskesmas karena ada yang diambil dahaknya setelah mengalami batuk,” jelasnya.
Hasil skrining TBC selanjutnya jadi bahan pemantauan kesehatan Warga Binaan, terutama mereka yang menunjukkan gejala batuk dan memerlukan pemeriksaan lanjutan. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Saparua
What's Your Reaction?


