Lapas Saparua Gelar Perayaan Natal, Hadirkan Damai Sejahtera
Saparua, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saparua selenggarakan perayaan Natal bersama, Senin (22/12). Perayaan Natal tersebut dihadiri jajaran strutural dan petugas Lapas Saparua, Pendeta L. Kayadoe, J. Titaley selaku Kepala Negeri Saparua, Aipda Pariama selaku Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Saparua, Elsyu Ramskie selaku Pengurus Aglow Chapter Saparua, purnabakti Lapas Saparua, jemaat gereja Lapas Saparua, peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan Batch II Tahun 2025, dan Warga Binaan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah Natal yang berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Puji-pujian dibawakan secara bergantian oleh petugas, Warga Binaan, dan peserta magang, mencerminkan kebersamaan dan semangat iman yang tumbuh di lingkungan Lapas Saparua.
Kepala Lapas Saparua, Pramuaji Buamonabot, menyampaikan perayaan ini menjadi cerminan nyata toleransi antarumat beragama yang terbangun dalam suasana kerja Pemasyarakatan. “Perayaan Natal ini mencerminkan toleransi antarumat beragama dalam susunan kepanitiaan perayaan Natal yang juga melibatkan petugas beragama Islam. Sebagai pimpinan, saya sangat bangga melihat semangat ibadah dan kedamaian yang tercipta di Lapas Saparua selama perayaan Natal ini. Kedisiplinan dan rasa toleransi yang ditunjukkan oleh seluruh Warga Binaan menjadikan Natal ini sebagai Natal terindah bagi institusi ini,” ungkapnya.
Dalam refleksi Natalnya, Pendeta L. Kayadoe membacakan firman Tuhan dari Lukas 2 : 8–20 dan menekankan bahwa kabar kelahiran Yesus pertama kali disampaikan kepada orang-orang sederhana di tempat mereka bekerja. “Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat. Peristiwa Natal ini disampaikan, walaupun hiruk pikuk persiapan terjadi di surga dalam bayangan kita, namun pemberitahuan Natal itu disampaikan kepada para gembala di tempat mereka bekerja, di tempat yang sangat sederhana. Bukan di istana dan bukan di tempat yang nyaman. Tempat yang kotor, penuh dengan hewan ternak gembalaan, dan di sanalah kemuliaan Tuhan dinyatakan melalui kelahiran Yesus,” urainya.
Perayaan Natal juga diwarnai dengan penampilan dan spontanitas yang dibawakan oleh Warga Binaan. Melalui penghayatan sederhana namun sarat makna, Warga Binaan menyampaikan pesan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan kedua dalam kehidupan. Pesan tersebut menegaskan kasih tuhan tidak pernah meninggalkan hamba-Nya sekalipun pernah jatuh dalam dosa serta memberikan pengharapan dan semangat baru bagi Warga Binaan untuk terus berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Perayaan Natal Bersama Lapas Saparua ditutup dengan pembagian kado Natal kepada Warga Binaan suasana penuh sukacita dan kebersamaan. (IR)
Kontributor: Lapas Saparua
What's Your Reaction?


