Lapas dan Rutan Terus Bekali WBP dengan Pembinaan Rohani

Lapas dan Rutan Terus Bekali WBP dengan Pembinaan Rohani

Saumlaki, INFO_PAS - Terus tingkatkan iman dan taqwa Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saumlaki rutin laksanakan penyuluhan. Kali ini, Rabu (24/8) Lapas Saumlaki hadirkan dua tenaga penyuluh dari Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Tanimbar di mana kegiatan difokuskan pada pembekalan spritual dalam bentuk siraman rohani bagi WBP Kristen.

Penyuluhan tersebut diisi dengan siraman rohani dan moral sehingga akan tumbuh rasa toleransi, kebersamaan, saling menghormati antar umat beragama, dan menjadi kontrol diri bagi WBP selama masa pembinaan di Lapas Saumlaki. “Penyuluhan ini akan terus dilaksanakan agar WBP selalu berpegang pada perintah agama dan selalu mengingat Tuhan Yang Maha Kuasa,” terang Melkianus Jempormasse selaku Kepala Subseksi Pembinaan.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Lapas (Kalapas) Saumlaki, David Lekatompessy, terus memberikan perhatian penuh terhadap pelaksanaan kegiatan pembinaan WBP. “Hak beribadah dan mendapatkan pembinaan mutlak harus kita penuhi dengan nilai-nilai agama yang benar agar mencegah WBP melakukan perbuatan-perbuatan yang merugikan pribadinya. Apalagi, mereka masih menjalani pidana mereka,” ungkapnya.

David menambahkan kepribadian seorang WBP sejatinya dipengaruhi dua hal, yaitu pola pikir dan pola sikap atau akhlaknya. “Keduanya tidak dapat dipisahkan karena sesungguhnya saat seseorang telah memahami ajaran keagamaan, tentunya akan menjadi pribadi yang berakhlak sehingga penting diberikan pembinaan atau penyuluhan kerohanian bagi WBP,” pungkasnya. 

Dari Lapas Kelas III Namlea, optimalisasi pembinaan kepribadian terhadap juga terus dilakukan. Hal ini terlihat saat Lapas Namlea dan rohaniawan Prison Diaconian Ministry (PDM) dari Gereja Bethel Indonesia melaksanakan pembinaan kepribadian bidang kerohanian bagi WBP Kristen di Gereja Getsemani, Rabu (24/8). 

“Walaupun kunjungan ini tidak berlangsung lama, tetapi sangat bermakna bagi kami, khususnya dalam meningkatkan spiritualitas WBP," ujar Tersih Victor Noya selaku Pelaksana Harian Kalapas Namlea saat mendampingi para pendeta melaksanakan bimbingan rohani. 

Tersih juga menjelaskan rohaniawan PDM telah bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) dan sebelumnya telah melakukan pembicaraan mengenai kerja sama dalam hal pembinaan kerohanian. Maka dari itu, Ditjenpas meminta PDM berkunjung ke seluruh Lapas di Indonesia untuk melakukan bimbingan rohani kepada WBP Kristen. 

"Atas kerja sama ini, tentunya kami menaruh harapan besar ke depannya pembinaan kerohanian WBP, khususnya yang beragama Kristen, makin optimal. Semoga kunjungan ini bukan hanya sekali, tapi berkali-kali agar bersama-sama kita ciptakan WBP berbudi luhur dan taat beragama," harap Tersih. 

Sementara itu, Gerret Sahetapy selaku pendeta dari PDM menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari petugas dan WBP Lapas Namlea. Ia berharap lewat pembinaan kerohanian yang dilaksanakan dapat meningkatkan keimanan WBP sehingga menjadi pribadi yang lebih baik.

"Lewat pelayanan yang kami berikan, harapannya WBP membentengi diri menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya sehingga tidak lagi mengulangi kesalahan yang dilakukan, terlebih ketika mereka sudah bebas dan berinteraksi dengan masyarakat nanti," ucap Gerret. 

Di tempat berbeda, WBP Rumah Tahanan Negara (Rutan) Sinjai ikuti pembinaan kepribadian keagamaan membaca Al-Qur’an melalui program Dirosa, Rabu (24/8). Giat ini dilaksanakan untuk mencetak insan pengajar Al-Qur'an yang berkompeten. Bertempat di Masjid Babuttaubah Rutan Sinjai, kegiatan diisi oleh Ustadz Yusri dari Wahdah Islamiyah Sinjai didampingi pengelola pembina kepribadian Rutan Sinjai, Sudiarto dan Hasanuddin.

Dirosa atau Pendidikan Al-Qur'an untuk Orang Dewasa adalah pola pembinaan Islam bagi kaum muslimin pemula (pria atau perempuan, remaja, orang dewasa, kakek atau nenek, mualaf) yang dikelola secara sistematis, berjenjang, dan berlangsung terus-menerus. Program ini diperuntukan bagi peserta yang sudah lancar membaca Al-Qur’an, tetapi masih terdapat kesalahan bacaan atau belum sempurna sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. Peserta juga diajari pembinaan dasar-dasar keislaman dan materi hafalan yang ringan, termasuk doa sehari-hari sesuai Al-Qur’an dan Sunnah.

Sudiarto menerangkan giat ini bertujuan agar WBP memiliki pengetahuan lebih dalam pembelajaran Al-Qur'an dan memperkaya khasanah pembelajaran Al-Qur’an di Rutan Sinjai. “Kami berharap dengan kami memfasilitasi pembelajaran Al-Qur'an ini menjadi amal jariyah bagi kita semua di hari akhir kelak," harapnya.

Selain program Dirosa, diadakan pula pembinaan budaya literasi bagi WBP untuk terus membiasakan dan meningkatkan minat membaca. Dengan membaca diharapkan lebih meningkatkan pengetahuan sekaligus pengisi waktu para WBP selama menjalani pidananya dengan hal-hal bermanfaat sekaligus sarana rekreasional. (IR)

 

Kontributor: Lapas Saumlaki, Lapas Namlea, Rutan Sinjai

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0