Lapas Takalar Terus Kembangkan Produksi Songkok Anyam
Takalar, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar terus kembangkan kegiatan pembinaan kemandirian melalui produksi kerajinan songkok anyam yang melibatkan 13 Warga Binaan. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif yang menjadi modal berharga ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Subseksi Bimbingan Kegiatan Kerja, Rizal, menjelaskan produksi songkok anyam merupakan upaya membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang dapat terus dikembangkan. “Proses pembuatan satu songkok yang membutuhkan waktu sekitar lima hari mengajarkan ketelitian, kesabaran, dan kedisiplinan. Kami berharap hasil karya Warga Binaan ini makin dikenal masyarakat dan memiliki nilai jual yang baik,” harapnya, Kamis (15/10).
Hasil kerajinan songkok anyam yang diproduksi Warga Binaan kemudian dipasarkan kepada para pengunjung maupun masyarakat. Pemasaran ini menjadi langkah untuk memperkenalkan hasil karya Warga Binaan sekaligus membuka peluang agar produk yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi.
Salah seorang Warga Binaan berinisial NP mengungkapkan pembuatan songkok anyam memberikan kesempatan untuk belajar keterampilan baru sekaligus mengisi waktu dengan kegiatan yang produktif. “Saya bisa belajar membuat songkok anyam dengan lebih teliti dan sabar. Proses pembuatannya memang membutuhkan waktu, tetapi dari sini kami mendapatkan pengalaman dan keterampilan baru. Saya berharap hasil karya kami makin diminati masyarakat dan keterampilan ini bermanfaat ketika kembali ke rumah nanti,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Takalar, Andi Gunawan, menegaskan pengembangan kegiatan kerja merupakan bagian penting dari pembinaan untuk mempersiapkan Warga Binaan agar menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah menyelesaikan masa pidana. “Kami terus mendorong pengembangan pembinaan kemandirian agar Warga Binaan memiliki keterampilan dan bekal bermanfaat setelah kembali ke masyarakat,” tegasnya.
Produksi songkok anyam ini merupakan salah satu bentuk pembinaan yang memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk berkarya, meningkatkan produktivitas, dan menghasilkan produk bernilai ekonomi. Diharapkan, kegiatan ini terus berkembang dan memberikan manfaat bagi Warga Binaan maupun masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Takalar
What's Your Reaction?


