Majelis Ta’lim Lapas Banjarmasin, Warga Binaan Diingatkan Pentingnya Bekal Iman
Banjarmasin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin lakukan pembinaan kepribadian melalui Majelis Ta’lim rutin bagi Warga Binaan. Bertempat di Masjid Baabut Taqwa, Kamis (15/10), kegiatan kali ini hadirkan Ustaz H. Rahmana dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjarmasin yang sampaikan tausiah tentang pentingnya mempersiapkan bekal iman sebelum kematian. Kegiatan didampingi petugas Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), Salman Farsi.
Dalam tausiahnya, Ustaz H. Rahmana menyampaikan nasihat Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq yang mengibaratkan orang meninggal dunia tanpa bekal iman seperti seseorang yang mengarungi samudra tanpa kapal. Nasihat tersebut menggambarkan pentingnya iman sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan akhirat.
Materi tersebut juga diperkuat dengan hadis Rasulullah saw. yang mengibaratkan orang yang telah meninggal dunia di dalam kuburnya seperti orang tenggelam yang memohon pertolongan. Pesan ini menjadi pengingat agar setiap Muslim memanfaatkan kesempatan hidup untuk memperkuat iman, memperbanyak amal saleh, dan memperbaiki diri.
“Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq pernah mengingatkan bahwa orang yang meninggal dunia tanpa membawa bekal iman ibarat mengarungi samudra tanpa kapal. Rasulullah saw. juga mengibaratkan orang yang telah meninggal dunia di dalam kuburnya seperti orang tenggelam yang memohon pertolongan. Karena itu, selagi masih diberi kesempatan hidup, kita perlu mempersiapkan bekal iman dan memperbanyak amal saleh,” ujar Ustaz H. Rahmana.
Petugas Subseksi Bimkemaswat, Salman Farsi, menjelaskan bahwa pendampingan dilakukan untuk memastikan kegiatan Majelis Ta’lim berjalan tertib sehingga Warga Binaan dapat mengikuti tausiah dengan baik.
“Kami mendampingi Warga Binaan selama kegiatan berlangsung agar mereka bisa mengikuti tausiah dengan tertib dan nyaman. Harapannya, pesan yang disampaikan tidak hanya didengar, tetapi juga direnungkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Salman.
Sementara itu, Kepala Subseksi Bimkemaswat, Muhammad Ansyari, menegaskan bahwa Majelis Ta’lim rutin merupakan bagian penting dari pembinaan kepribadian Warga Binaan, khususnya untuk memperkuat keimanan dan membangun kesadaran memperbaiki diri.
“Pembinaan kerohanian kami laksanakan untuk membantu Warga Binaan memperkuat keimanan, meningkatkan kesadaran diri, serta membangun perilaku yang lebih baik. Kami berharap nilai-nilai yang diperoleh dari setiap kegiatan dapat diterapkan secara konsisten selama menjalani masa pembinaan,” ungkap Ansyari.
Secara terpisah, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, tegaskan dukungan terhadap pembinaan kerohanian melalui kegiatan keagamaan yang berkelanjutan.
“Kami berkomitmen memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk memperdalam pemahaman agama dan memperbaiki diri. Majelis Ta’lim bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bagian penting dalam membangun kesadaran serta menyiapkan mereka agar dapat kembali ke masyarakat dengan bekal moral dan spiritual yang lebih baik,” tegas Akhmad Herriansyah.
Salah seorang Warga Binaan, Z, mengaku dapat pengingat berharga dari tausiah tersebut. Pesan tentang bekal iman membuatnya semakin menyadari pentingnya memperbaiki diri selagi masih memiliki kesempatan.
“Dari tausiah tadi, saya jadi lebih banyak berpikir tentang apa yang sudah saya lakukan selama ini. Saya ingin lebih rajin beribadah dan pelan-pelan memperbaiki diri. Mumpung masih diberi kesempatan, saya ingin menggunakan waktu di sini untuk menjadi orang yang lebih baik,” tutur Z.
Lapas Banjarmasin berharap Majelis Ta’lim yang rutin diselenggarakan dapat membantu Warga Binaan memahami nilai-nilai agama, memperkuat keimanan, dan menumbuhkan kesadaran untuk memperbaiki diri. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


