Lapas Tanjung Bekali Warga Binaan Muslim dan Kristiani dengan Pembinaan Kerohanian
Tanjung, INFO_PAS – Suasana khidmat menyelimuti Masjid At-Tawwabin saat Warga Binaan mengikuti pengajian agama Islam yang diselenggarakan di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung, Kamis (9/4). Pembinaan rohani ini diikuti Warga Binaan dengan pendampingan petugas dan peserta magang sebagai dukungan terhadap program pembinaan kepribadian.
Staf pembinaan, Muhammad Lutfi Mushab, menyampaikan pengajian ini merupakan program pembinaan kepribadian yang rutin dilaksanakan guna meningkatkan pemahaman keagamaan Warga Binaan. “Kami berharap Warga Binaan tidak hanya memahami rukun Islam secara teori, tetapi mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai bekal saat kembali ke masyarakat,” harapnya.
Pengajian tersebut menghadirkan Ustaz Zulkifli sebagai pemateri yang menyampaikan materi tentang rukun Islam. Ia menjelaskan secara mendalam makna dan implementasi lima rukun Islam dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi Warga Binaan yang tengah menjalani masa pembinaan di dalam Lapas.
Warga Binaan antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hingga sesi penyampaian materi. Interaksi aktif juga terlihat saat sesi tanya jawab di mana beberapa peserta mengajukan pertanyaan terkait penerapan rukun Islam dalam kondisi keterbatasan di Lapas.
Salah satu Warga Binaan, Sapri, mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti pengajian tersebut. “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya pengajian seperti ini karena menambah pengetahuan agama dan menjadi pengingat untuk selalu memperbaiki diri,” katanya.
Kegiatan ini menjadi sarana mempererat kebersamaan antara Warga Binaan, petugas, dan peserta magang dalam suasana religius. Kehadiran semua unsur tersebut menunjukkan sinergi dalam mendukung pembinaan mental dan spiritual di Lapas.
Melalui pengajian agama Islam yang berkelanjutan, diharapkan Warga Binaan makin memiliki kesadaran untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, memperkuat keimanan, serta menjadikan nilai-nilai rukun Islam sebagai pedoman dalam proses pembinaan dan saat kembali ke tengah masyarakat.
Sementara itu, dua Warga Binaan mengikuti ibadah keagamaan Kristen di Aula Lapas dengan tertib dan penuh penghayatan. Ibadah ini menjadi wujud pemenuhan hak beribadah sekaligus sarana pembinaan spiritual bagi mereka.
Lutfi menjelaskan pembinaan kerohanian memiliki peran penting dalam proses perubahan sikap dan perilaku Warga Binaan. “Kami berharap Warga Binaan menemukan ketenangan batin, memperbaiki diri, dan memiliki semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya,” harapnya.
Ibadah tersebut menghadirkan Murni dari Kementerian Agama Kabupaten Tabalong dan Pendeta Chrissel dari Gereja Pantekosta di Indonesia Kembang Kuning sebagai pemateri. Keduanya menyampaikan firman Tuhan dengan tema “Tuhan Sanggup Memulihkan Hidupmu” yang memberikan penguatan rohani dan harapan baru bagi para peserta ibadah.
Salah seorang Warga Binaan, Onez, bersyukur dapat mengikuti ibadah tersebut. “Firman tuhan yang disampaikan membuat saya merasa dikuatkan dan kembali memiliki harapan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya.
Melalui kegiatan ibadah ini, diharapkan nilai-nilai keimanan yang ditanamkan terus tumbuh dalam diri Warga Binaan sehingga menjadi bekal saat kembali ke tengah masyarakat. Pembinaan spiritual yang berkesinambungan diyakini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pribadi yang lebih baik dan siap menjalani kehidupan baru setelah masa pidana berakhir. (IR)
Kontributor: Lapas Tanjung
What's Your Reaction?


