Lapas Tanjung Panen Lele 20 Kilogram, Wujudkan Pembinaan Produktif dan Berkelanjutan
Tanjung, INFO_PAS – Pemanfaatan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) sebagai wadah pembinaan produktif terus dikembangkan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tanjung. Melalui sektor perikanan, jajaran pembinaan bersama Warga Binaan sukses panen lele 20 kilogram di SAE Lapas Tanjung, Jumat (9/10).
Panen tersebut diikuti oleh jajaran struktural, petugas, magang, dan Warga Binaan. Pelaksanaan panen menjadi pembinaan kemandirian yang memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk terlibat langsung dalam kegiatan produktif, mulai dari pemeliharaan hingga proses pemanenan ikan lele.
Kepala Subseksi Kegiata Kerja, Robbyanoor, menyampaikan budidaya lele merupakan salah satu bentuk pembinaan yang diarahkan untuk membekali Warga Binaan dengan keterampilan praktis dan pengalaman kerja. Sektor perikanan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sarana pembelajaran yang bermanfaat, baik selama menjalani masa pembinaan maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Panen lele sebanyak 20 kilogram ini menjadi hasil dari proses pemeliharaan yang dilakukan berkelanjutan. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menghasilkan produk yang bermanfaat, tetapi juga menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan keterampilan Warga Binaan dalam mengelola usaha budidaya perikanan,” harap Robbyanoor.
Dalam pelaksanaannya, Warga Binaan turut berperan aktif dalam proses panen dengan pendampingan petugas. Keterlibatan tersebut diharapkan meningkatkan pemahaman mengenai teknik budidaya ikan lele, perawatan kolam, dan pengelolaan hasil panen. Dengan demikian, SAE tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga ruang praktik untuk mengembangkan kemampuan dan produktivitas Warga Binaan.
Salah seorang Warga Binaan, Rahman, mengungkapkan keterlibatannya dalam budidaya lele memberikan pengalaman dan pengetahuan baru yang menjadi bekal untuk masa depan. “Saya senang bisa ikut dalam kegiatan budidaya sampai panen seperti ini. Selain mendapatkan pengalaman, saya juga belajar tentang ketekunan, kerja sama, dan tanggung jawab. Semoga keterampilan ini bisa saya manfaatkan setelah kembali ke masyarakat,” tuturnya.
Budidaya lele tersebut merupakan pembinaan kemandirian di lingkungan Pemasyarakatan yang menitikberatkan pada pengembangan keterampilan, pembentukan sikap kerja positif, dan peningkatan kesiapan Warga Binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Selain mendukung keberlanjutan program pembinaan, pengembangan budidaya perikanan juga diharapkan memperkuat kontribusi Pemasyarakatan dalam menciptakan sumber daya manusia yang siap kembali dan berperan positif di tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Tanjung
What's Your Reaction?


