Lapas Tual Konsisten Perkuat Kerohanian Warga Binaan
Langgur, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual terus berkomitmen laksanakan program pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan, termasuk dalam aspek kerohanian. Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah terselenggaranya pembinaan kerohanian Kristen Protestan di Aula Karel Sadsuitubun Lapas Tual, Selasa (14/10).
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Lapas Tual dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Maluku Tenggara yang secara rutin melaksanakan pelayanan dan pendampingan iman bagi Warga Binaan. Dalam kegiatan ini, Warga Binaan mendapatkan pembekalan rohani melalui sesi pujian dan penyembahan, penyampaian firman tuhan, dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh tim pelayanan dari Kemenag Kabupaten Maluku Tenggara, Pendeta W. Sedubun.
Kepala Lapas Tual, Nurchalis Nur, menyampaikan pembinaan rohani seperti ini menjadi bagian penting dalam membentuk karakter Warga Binaan yang lebih baik dan membantu proses pemulihan diri secara spiritual. “Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Kemenag Kabupaten Maluku yang terus konsisten mendampingi Warga Binaan kami. Pembinaan rohani sangat berpengaruh dalam proses pembentukan kepribadian positif dan membangun kesadaran moral di kalangan Warga Binaan,” ujarnya.
Kegiatan berjalan dengan penuh khidmat dan antusiasme. Para Warga Binaan tampak aktif mengikuti rangkaian kegiatan, menyanyikan lagu-lagu rohani, dan mendengarkan setiap pesan yang disampaikan dengan saksama.
Dalam khutbahnya, Pendeta W. Sedubun mengajak para Warga Binaan untuk menjadikan masa pidana sebagai waktu untuk berbenah, memperbaiki diri, serta menyongsong masa depan yang lebih baik dengan iman dan pengharapan yang teguh. “Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah dan menjadi lebih baik. Firman tuhan mengajarkan selalu ada pengampunan dan harapan bagi siapa pun yang mau membuka hati," pesannya,
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. “Kami berharap Warga Binaan tidak hanya menjalani masa pidana sebagai bentuk hukuman, tetapi juga sebagai proses pembelajaran dan pembentukan diri agar kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, beriman, dan bertanggung jawab,” harapnya. (IR)
KontributorL Lapas Tual
What's Your Reaction?


