Lapas Wahai bersama Bapas Ambon Bersinergi Gelar Sosialisasi Litmas Awal dan PPK
Wahai, INFO_PAS — Tekad memperkuat pembinaan dan pemenuhan hak-hak Warga Binaan di wilayah Maluku terus digelorakan. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai bersama Tim Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Ambon gelar sosialisasi serta Penelitian Pemasyarakatan (Litmas) Awal dan pengambilan data Warga Binaan, pada Jumat (30/10).
Kepala Subseksi (Kasubsi) Pembinaan Lapas Wahai, La Joi, menjelaskan Litmas awal ini merupakan tahapan krusial dan fondasi dasar dalam menentukan arah program pembinaan kepribadian maupun kemandirian bagi setiap Warga Binaan yang baru masuk. "Litmas awal ini sangat vital karena menjadi peta jalan bagi kami dalam merumuskan program pembinaan yang tepat sasaran. Melalui kolaborasi erat dengan Bapas Ambon, kami ingin memastikan setiap Warga Binaan mendapatkan hak asesmen yang transparan dan akurat sejak dini," terangnya.
Senada, Kasubsi Bimbingan Klien Anak Bapas Ambon, Nasrin Nurdin, mengapresiasi keterbukaan dan kesiapan jajaran Lapas Wahai dalam memfasilitasi proses pengambilan data ini. Menurutnya, sinergi lintas Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan ini merupakan wujud nyata pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya Warga Binaan.
"Pengambilan data Litmas ini tidak hanya sekadar pemenuhan administratif, tetapi juga langkah awal penentuan rekomendasi program reintegrasi sosial yang nantinya dijalani oleh Warga Binaan secara objektif," tutur Nasrin.
Selanjutnya, Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas Ambon menyusun tiga Litmas Awal dan empat Litmas Integrasi demi memastikan hak-hak Warga Binaan terpenuhi secara transparan dan terukur. Proses pengumpulan data ini tidak sekadar melengkapi administrasi formal, melainkan bagian integral dari evaluasi kesiapan reintegrasi sosial.
Salah satu PK, Datu Sake memberikan dorongan moril sekaligus penegasan aturan kepada para Warga Binaan yang mengusulkan program Integrasi. "Proses usul Integrasi ini dapat berjalan lancar jika teman-teman Warga Binaan konsisten menjaga perilaku dan patuh pada seluruh aturan yang berlaku di Lapas," pesannya,
Salah seorang Warga Binaan berinisial SF menyampaikan komitmen pribadinya untuk memanfaatkan masa pembinaan ini sebagai momentum transformasi diri. "Saya berkomitmen penuh untuk terus memperbaiki diri selama menjalani pembinaan di Lapas ini sehingga ketika masa reintegrasi sosial tiba, saya tidak akan melanggar syarat umum maupun syarat khusus pembimbingan," ungkapnya.
Terpisah, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan kegiatan ini mencerminkan kesungguhan institusinya dalam mengimplementasikan arahan pimpinan pusat terkait pelayanan yang akuntabel, profesional, dan berorientasi pada hak asasi manusia. Ia berharap kolaborasi berkelanjutan ini melahirkan Warga Binaan yang siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan produktif.
"Sinergi antara Lapas Wahai dan Bapas Ambon ini adalah bukti nyata bahwa roda Pemasyarakatan berjalan dalam satu visi yang sama. Kami ingin memastikan hak-hak Warga Binaan terpenuhi secara optimal sehingga proses pembinaan yang mereka jalani di sini benar-benar bermakna dan berdampak positif bagi masa depan mereka," pungkas Tersih.
Pada kesempatan yang sama juga dilakukan sosialisasi peran dan fungsi Pembantu PK (PPK). Penjelasan edukatif disampaikan untuk mempertegas fungsi sentral PPK sebagai perpanjangan tangan Bapas dalam pelaksanaan pengawasan, pendampingan, dan penggalian data awal Warga Binaan. Mengingat ketersediaan sumber daya PK yang terbatas dan kondisi geografis Lapas Wahai yang cukup terisolasi, efektivitas Pos Bapas sangat bergantung pada keandalan peran PPK di lapangan.
"Kami berharap sinergi dari rekan-rekan petugas di Lapas Wahai yang telah dipercayakan sebagai PPK dapat terjalin dengan kuat. Kehadiran Anda semua sangat krusial untuk mendukung pekerjaan di Pos Bapas, terutama dalam mengatasi tantangan lokasi geografis yang sulit dijangkau agar pelayanan hukum tetap berjalan tanpa hambatan," ujar Nasir.
Salah satu petugas Lapas Wahai yang ditunjuk sebagai PPK, Frans Tepal, menyatakan kesiapannya untuk membangun kolaborasi yang solid dan berkesinambungan bersama tim Bapas Ambon. "Kami siap berkolaborasi dan menyatukan persepsi dengan Bapas Ambon. Sinergi ini penting agar setiap layanan yang kita berikan kepada Warga Binaan betul-betul prima, tepat sasaran, dan sesuai regulasi yang berlaku," tegasnya
Penguatan kapasitas PPK ini membuktikan jarak dan hambatan geografis bukanlah penghalang untuk menghadirkan keadilan yang humanis. Kolaborasi erat antarinstansi ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Sistem Pemasyarakatan yang inklusif, akuntabel, dan berorientasi pada pemulihan hubungan hidup, penghidupan, dan kehidupan Warga Binaan. (IR)
Kontributor: Lapas Wahai, Bapas Ambon
What's Your Reaction?


