Lapas Wahai Gelar Doa dan Muhasabah, Sambut Tahun 2026 dengan Semangat Perubahan Diri

Lapas Wahai Gelar Doa dan Muhasabah, Sambut Tahun 2026 dengan Semangat Perubahan Diri

Wahai, INFO_PAS – Awali tahun 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai gelar doa bersama dan muhasabah bersama Warga Binaan yang berlangsung penuh khidmat di Masjid At-Taubah, Kamis (1/1). Kegiatan ini menekankan pada evaluasi diri dan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. sekaligus ikhtiar spiritual perubahan diri untuk memulai lembaran baru yang lebih baik.

Doa dan muhasabah ini dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Taklim At-Taubah, La Joi, yang juga Kepala Subseksi Admisi dan Orientasi. Ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan pergantian tahun sebagai momentum introspeksi diri serta pembenahan niat dan tujuan hidup.

“Pergantian tahun merupakan pengingat bahwa usia terus berkurang. Inilah saat yang tepat untuk bermuhasabah, meluruskan kembali visi dan misi hidup agar senantiasa sejalan dengan nilai-nilai keimanan, serta memperbaiki diri demi meraih ridha Allah SWT.,” tutur Joi.

Joi juga berpesan kepada seluruh Warga Binaan Muslim agar setiap perjalanan hidup yang dilalui diisi dengan amal kebaikan. “Setiap hari, bulan, dan tahun yang kita tinggalkan hendaknya meninggalkan jejak kebaikan. Sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat dan istiqamah dalam kebaikan,” tambahnya.

Sebelumnya, bertempat di Gereja Ebenhaezer, Warga Binaan beragama Kristen juga melaksanakan Ibadah Kunci Tahun. Tujuannya sama dengan muhasabah, yakni sebagai momen religi introspeksi diri untuk menjadi lebih baik di tahun yang baru.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengapresiasi jalannya kegiatan keagamaan tersebut sebagai bentuk pembinaan spiritual yang merupakan fondasi penting dalam proses pembinaan Warga Binaan. Ia menjelaskan doa bersama tersebut bertujuan menumbuhkan rasa syukur atas segala nikmat, perlindungan, dan keberkahan yang telah Allah SWT. limpahkan sepanjang tahun 2025, baik kepada jajaran petugas Pemasyarakatan maupun Warga Binaan.

"Kegiatan ini menjadi sarana muhasabah diri agar setiap insan mampu memperbaiki akhlak, keimanan, dan ketakwaan di masa yang akan datang,” ujar Tersih.

Ia juga menyampaikan pergantian tahun sebagai waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi mendalam. "Tahun baru bukan sekadar perayaan, melainkan momentum krusial untuk muhasabah atau evaluasi diri secara jujur. Kita tinggalkan kesalahan di masa lalu dan fokus membangun pribadi yang lebih positif dan produktif di tahun mendatang," tambah Tersih.

Melalui doa dan muhasabah ini, diharapkan nilai-nilai kebaikan makin tertanam dalam diri Warga Binaan sehingga mampu membentuk pribadi yang lebih baik dan bertakwa. Lapas Wahai juga optimistis mencapai capaian gemilang di tahun 2026 dengan fokus pelayanan prima dan pembinaan Warga Binaan yang lebih terarah sekaligus mewujudkan Pemasyarakatan yang bermanfaat bagi masyarakat. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Wahai

What's Your Reaction?

like
2
dislike
0
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1