Lewat Voli, Warga Binaan Banjarmasin Bangun Disiplin dan Kebugaran

Lewat Voli, Warga Binaan Banjarmasin Bangun Disiplin dan Kebugaran

Banjarmasin, INFO_PAS - Dari balik jeruji, suara bola memantul di lapangan sederhana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin. Rabu (1/4), Warga Binaan terlihat antusias ikuti pembinaan olahraga voli, sebuah kegiatan yang bukan sekadar permainan, tetapi sarana membangun kebugaran, disiplin, dan keterampilan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pembinaan kepribadian, di mana olahraga dijadikan media untuk menanamkan kerja sama tim, sportivitas, dan mental Tangguh sebagai bekal berharga saat mereka kembali ke masyarakat. Setiap servis, smash, dan blok yang dilatih bukan hanya soal teknik, tetapi juga tentang belajar mengelola emosi, percaya diri, dan tanggung jawab terhadap tim.

Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa olahraga voli memiliki peran penting dalam pembinaan fisik maupun mental Warga Binaan.

“Olahraga seperti voli ini tidak hanya menjaga kesehatan fisik, tetapi juga melatih sportivitas, kerja sama, dan mental yang kuat. Ini bagian dari proses pembinaan agar mereka siap kembali ke masyarakat dengan lebih baik,” jelasnya.

Senada, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Gilang Wisnuwardhana, menekankan bahwa latihan voli menjadi sarana untuk mengembangkan keterampilan sekaligus menjaga kebugaran.

“Kami ingin memastikan Warga Binaan memiliki aktivitas yang produktif dan positif. Melalui latihan voli ini, mereka bisa mengembangkan keterampilan sekaligus menjaga kebugaran,” tegasnya.

Tidak hanya pembinaan fisik, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa solidaritas dan kebersamaan. Salah satu Warga Binaan, RD, mengungkapkan bahwa latihan voli juga meningkatkan kekompakan antar-Warga Binaan.

“Latihan voli ini membuat badan lebih sehat dan pikiran lebih segar. Kami juga jadi lebih kompak satu sama lain,” jelasnya.

Di balik tiap pukulan bola dan tawa yang pecah, lapangan voli menjadi laboratorium kehidupan kecil di mana Warga Binaan belajar jatuh, bangkit, menghadapi kekalahan, dan merayakan keberhasilan bersama. Dari satu latihan ke latihan berikutnya, mereka membangun stamina fisik dan mental, menyalurkan energi, serta mengubah keterbatasan menjadi kesempatan untuk tumbuh.

Melalui kegiatan sederhana ini, Lapas Banjarmasin membuktikan bahwa pembinaan dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan, produktif, dan bermakna, sebuah langkah kecil dari balik jeruji menuju kehidupan yang lebih baik. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0