Libatkan TNI-Polri, Lapas Saparua Geledah Blok Hunian dan Gelar Tes Urine

Libatkan TNI-Polri, Lapas Saparua Geledah Blok Hunian dan Gelar Tes Urine

Saparua, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saparua gelar penggeledahan blok hunian dan tes urine sebagai langkah deteksi dini gangguan keamanan serta pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan Lapas, Jumat (8/5). Kegiatan tersebut melibatkan petugas pengamanan, tim Satops Patnal, aparat TNI dan Polri, serta dipantau langsung Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban, Donny D. Lekatompessy.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel penghuni dan pemeriksaan badan Warga Binaan, dilanjutkan penggeledahan kamar hunian secara menyeluruh. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bhabinkamtibmas Saparua, Aipda Pariama, dan Babinsa Saparua, Sertu Roy Manuhutu, sebagai bentuk sinergi pengamanan di lingkungan Pemasyarakatan.

Dari hasil penggeledahan, petugas mengamankan sejumlah barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, di antaranya 2 peniti, 1 jarum, 1 paku, 1 sendok logam, 3 patahan silet, 3 pena, 3 korek api, 1 pisau cutter, 1 besi, dan 1 batu.

Usai penggeledahan, kegiatan dilanjutkan dengan tes urine terhadap lima Warga Binaan dan lima pegawai Lapas yang dipilih secara acak. Pemeriksaan dilakukan oleh Staf Kesehatan, Senly Matitale bersama Petugas Kesehatan, Michael Alvian. Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan negatif narkotika maupun zat adiktif lainnya.

Donny D. Lekatompessy mengatakan penggeledahan dan tes urine merupakan bentuk komitmen petugas dalam menjaga situasi Lapas tetap aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

“Benda-benda yang ditemukan ini memang terlihat sederhana, tetapi jika dibiarkan tentu bisa memicu gangguan keamanan. Karena itu kami tidak ingin lengah. Pengawasan seperti ini akan terus dilakukan agar kondisi Lapas tetap aman dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Satops Patnal, M. Akip Marasabessy, menilai keterlibatan seluruh unsur pengamanan menjadi bagian penting dalam memperkuat deteksi dini di lingkungan Lapas.

“Kalau semua unsur turun bersama, pengawasan jadi lebih efektif. Kehadiran TNI, Polri, dan petugas Lapas dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa keamanan Lapas benar-benar dijaga secara serius,” ungkapnya.

Di sisi lain, Senly Matitale menjelaskan tes urine dilakukan secara acak agar tidak ada rekayasa dan hasilnya dapat menggambarkan keadaan sebenarnya.

“Seluruh hasil negatif ini menjadi indikator bahwa pengawasan dan upaya pencegahan di dalam Lapas terus berjalan dengan baik,” jelasnya.

Aipda Pariama menambahkan, turut menyampaikan dukungannya. “Keterlibatan kami bersama petugas Lapas dalam kegiatan ini untuk memastikan situasi tetap aman dan mencegah adanya barang terlarang maupun penyalahgunaan narkoba di dalam Lapas,” katanya.

Lapas Saparua berharap pengawasan dan deteksi dini gangguan keamanan dapat terus diperkuat guna menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Saparua

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0