Lomba Menyanyi di Lapas Pekanbaru Pacu Semangat Cinta Budaya

Pekanbaru, INFO_PAS - Semangat mencintai budaya daerah tercermin dalam lomba lagu daerah antara Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Selasa (15/8). Lomba ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat cinta budaya daerah dan menjaga kelestarian budaya, terutama di kalangan WBP. “Kemanapun kita hidup, dimanapun kita mencari nafkah, hendaknya jangan melupakan budaya daerah masing-masing karena setiap suku dan budaya selalu mengajarkan berbuat baik dan hubungan antar sesama manusia yang saling menghormati dan menghargai. Apabila prinsip ini kita jalankan dalam kehidupan sehari-hari, Insya Allah hidup bermasyarakat akan rukun dan damai,” pesan Kepala Lapas Pekanbaru, Yulius Sahruzah, dalam sambutannya. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau, Dewa Putu Gede, yang berkesempatan hadir dalam membuka lomba tersebut mengajak seluruh WBP agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama menjalani hukuman

Lomba Menyanyi di Lapas Pekanbaru Pacu Semangat Cinta Budaya
Pekanbaru, INFO_PAS - Semangat mencintai budaya daerah tercermin dalam lomba lagu daerah antara Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Selasa (15/8). Lomba ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat cinta budaya daerah dan menjaga kelestarian budaya, terutama di kalangan WBP. “Kemanapun kita hidup, dimanapun kita mencari nafkah, hendaknya jangan melupakan budaya daerah masing-masing karena setiap suku dan budaya selalu mengajarkan berbuat baik dan hubungan antar sesama manusia yang saling menghormati dan menghargai. Apabila prinsip ini kita jalankan dalam kehidupan sehari-hari, Insya Allah hidup bermasyarakat akan rukun dan damai,” pesan Kepala Lapas Pekanbaru, Yulius Sahruzah, dalam sambutannya. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau, Dewa Putu Gede, yang berkesempatan hadir dalam membuka lomba tersebut mengajak seluruh WBP agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama menjalani hukuman di lapas. “Salah satu yang harus kita jaga adalah semangat persatuan dan kesatuan. Jangan membeda-bedakan suku dan budaya dalam bergaul. Apabila ada masalah antar WBP, diskusikan dengan petugas agar dapat diselesaikan dengan arif dan bijaksana. Riau harus damai karena masyarakat Riau adalah masyarakat yang santun dan bermartabat,” imbaunya. Ia juga berterima kasih kepada WBP Lapas Pekanbaru yang selama ini mendukung setiap kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di lapas karena setiap kegiatan yang dilakukan merupakan hal yang positif dan untuk menghilangkan rasa jenuh selama di dalam lapas. Lomba lagu daerah antar WBP ini diikuti beberapa WBP yang membawakan lagu dari daerah Melayu, Batak, Jawa, Minang, Aceh, Maluku, dan sebagainya. Dewan juri berasal dari petugas dan WBP Lapas Pekanbaru yang sudah memiliki pengalaman di bidang tarik suara. “Peserta yang ikut lomba semuanya memiliki suara yang bagus dan koreografi yang unik dalam menampilkan nuansa kedaerahan karena busana yang ditampilkan juga bernuansa kedaerahan masing-masing. Kami sangat kesulitan untuk menentukan pemenang,” kata salah seorang dewan juri. Setelah menlalui penjutian, juara pertama direbut oleh Trio Kasih yang membawakan lagu Anak Naburju (Batak), juara kedua dimenangkan oleh WBP an. Sastra yang membawakan lagu Percumah (Maluku), dan juara ketiga berhasil direbut WBP an. Eko Tanjung yang mahir dengan lagu Tunggah Babeleang (Minang).     Kontributor: Lapas Pekanbaru

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0