LPKA Ambon Perkuat Kesiapsiagaan melalui Simulasi Penanganan Bencana Alam
Ambon, INFO_PAS – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ambon terus perkuat kesiapsiagaan dan kepedulian seluruh jajaran melalui simulasi penanganan bencana alam gempa bumi, Senin (31/8). Kegiatan ini menjadi komitmen LPKA Ambon dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang aman, nyaman, dan terlindungi. Simulasi juga menjadi sarana pembelajaran bagi petugas dan Anak Binaan untuk memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan apabila terjadi keadaan darurat, khususnya bencana gempa bumi.
Dalam simulasi, skenario diawali dengan terjadinya gempa bumi. Seluruh petugas dan Anak Binaan diarahkan untuk tetap tenang serta mengikuti instruksi petugas. Anak Binaan kemudian melakukan evakuasi secara tertib menuju titik kumpul yang telah ditentukan dengan didampingi dan diarahkan petugas.
Petugas LPKA Ambon menjalankan tugas masing-masing dalam memastikan proses evakuasi berlangsung aman dan terkoordinasi. Petugas melakukan pengawasan terhadap pergerakan Anak Binaan, memberikan arahan selama proses evakuasi, dan memastikan seluruh penghuni dapat mencapai area aman sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Setelah berada di titik kumpul, petugas melakukan pengecekan dan memastikan kondisi Anak Binaan dan petugas. Proses tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan keselamatan seluruh orang yang berada di lingkungan LPKA Ambon.
Pelaksanaan simulasi juga menjadi momentum bagi seluruh jajaran untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya kesiapan menghadapi bencana alam. Kegiatan ini sekaligus menjadi pembelajaran bersama dari berbagai peristiwa bencana yang terjadi di Indonesia, termasuk gempa bumi yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Kepala Seksi Pengawasan dan Penegakan Disiplin, Safah, menyampaikan simulasi memberikan pengalaman positif bagi petugas dan Anak Binaan untuk memahami langkah evakuasi secara tepat. Latihan secara berkala dapat meningkatkan kesiapan seluruh jajaran sekaligus membangun kesadaran bersama bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama.
“Melalui simulasi ini, kami ingin memastikan seluruh petugas dan Anak Binaan mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi gempa bumi. Ketenangan, kepatuhan terhadap arahan petugas, dan koordinasi menjadi hal penting agar proses evakuasi berjalan tertib dan aman,” ujar Safah.
Sementara itu, Kepala LPKA Ambon, Manuel Yenusi, mengapresiasi pelaksanaan simulasi yang melibatkan petugas dan Anak Binaan. “Kegiatan ini merupakan komitmen dalam memberikan perlindungan dan memastikan lingkungan pembinaan tetap aman. Anak Binaan dan petugas kita latih untuk memahami langkah-langkah yang tepat, tetap tenang, saling membantu, dan mengikuti prosedur ketika menghadapi kondisi darurat,” ungkapnya.
Menurut Manuel, kesiapsiagaan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghadapi keadaan darurat, tetapi juga membangun budaya kepedulian dan kerja sama di lingkungan LPKA. “Yang kita bangun adalah kesadaran bersama. Dengan latihan, koordinasi, dan kepedulian yang baik, kita semakin siap menciptakan lingkungan pembinaan yang aman, nyaman, dan memberikan rasa terlindungi bagi Anak Binaan maupun seluruh petugas,” tambahnya.
Simulasi penanganan bencana alam gempa bumi berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan. LPKA Ambon berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan sebagai upaya menghadirkan lingkungan pembinaan yang aman, humanis, dan mendukung masa depan Anak Binaan.
Melalui kegiatan tersebut, LPKA Ambon makin memperkuat budaya siaga, peduli, dan saling mendukung. Anak Binaan mendapatkan pengalaman dalam mengikuti prosedur evakuasi, sementara petugas makin memahami peran dan tanggung jawabnya dalam memastikan keselamatan selama kondisi darurat. (IR)
Kontributor: LPKA Ambon
What's Your Reaction?


