Maulid Nabi di Lapas Banjarmasin, Ratuan Warga Binaan Diajak Menatap Masa Depan
Banjarmasin, INFO_PAS – Lantunan ayat suci Al-Qur’an, selawat, dan syair pujian kepada Rasulullah saw. menggema di Masjid Baabut Taqwa Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Sabtu (29/8). Ratusan Warga Binaan ikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. yang diawali pembacaan Simtudduror oleh Warga Binaan yang tergabung dalam Santri Lapas Banjarmasin, dilanjutkan pembacaan Surah Ali Imran ayat 144–145 oleh salah seorang Warga Binaan.
Pembacaan Simtudduror yang memuat kisah kehidupan, akhlak, sifat, serta pujian dan selawat kepada Nabi Muhammad saw. berlangsung khidmat. Para Santri Lapas Banjarmasin lantunkan syair pujian sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah saw. sekaligus bagian dari pembinaan keagamaan selama berada di Lapas.
Suasana religius semakin terasa saat salah seorang Warga Binaan lantunkan Surah Ali Imran ayat 144–145. Keterlibatan Warga Binaan dalam rangkaian kegiatan tersebut jadi bagian dari pembinaan keagamaan di lingkungan Lapas.
Peringatan Maulid turut dihadiri Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan, dan Kepatuhan Internal (Watman Patnal) Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Ditjenpas) Kalimantan Selatan, Isnawan, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, jajaran Lapas Banjarmasin, serta ratusan Warga Binaan.
Mengusung tema “Mari Bersama Menuju Hidup yang Penuh Cinta, Kedamaian, dan Kebijaksanaan Seperti Rasulullah,” peringatan Maulid jadi ruang refleksi dan penguatan spiritual bagi Warga Binaan dalam menjalani proses Pemasyarakatan.
Dalam tausiyahnya, Ustaz H. Ilham Humaidi menyampaikan bahwa kelahiran Nabi Muhammad saw. membawa cahaya bagi kehidupan manusia. Cahaya tersebut, menurutnya, dapat jadi jalan perubahan bagi siapa pun yang mampu menerimanya dengan hati.
“Kita berkumpul saat ini adalah memperingati kelahiran Nabi kita Muhammad saw. yang membawa cahaya. Setiap manusia apabila mendapatkan cahaya itu akan mendapatkan perubahan yang lebih baik,” tutur Ustaz Ilham.
Untuk menggambarkan besarnya peluang perubahan dalam diri seseorang, Ustaz Ilham mengisahkan perjalanan Sayyidina Umar bin Khattab. Umar yang sebelumnya membenci Islam dan Rasulullah saw. mengalami perubahan besar setelah mendapatkan cahaya Islam hingga menjadi salah satu sahabat yang gigih membela Islam dan Rasulullah saw.
Kisah tersebut menjadi pengingat bagi Warga Binaan bahwa masa lalu bukanlah akhir perjalanan hidup. Masa yang dijalani di dalam Lapas, menurut Ustaz Ilham, harus dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk berbenah dan mempersiapkan masa depan.
“Kita yang berada di dalam sini jangan meratapi masa lalu, tapi kita harus berjuang untuk meraih masa depan yang lebih baik lagi,” pesannya.
Ustaz Ilham juga ajak Warga Binaan memanfaatkan masa pembinaan untuk mempelajari dan memperdalam Al-Qur’an. Menurutnya, Al-Qur’an dapat memberikan ketenangan jiwa sekaligus menjadi jalan bagi seseorang untuk memperoleh kebaikan.
“Gunakan kesempatan kita di dalam sini untuk menghidupkan Al-Qur’an. Dengan Al-Qur’an bisa memberikan ketenangan dalam jiwa kita. Mumpung kita di sini, belajarlah Al-Qur’an, perdalamilah,” ajaknya.
Dalam sambutannya, Kepala Lapas Banjarmasin menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi dapat menjadi jalan untuk meneladani akhlak Rasulullah saw. Ia juga mengapresiasi jajaran dan Warga Binaan yang mengikuti kegiatan tersebut.
“Peringatan Maulid ini bisa menjadi jalan kita untuk meneladani akhlak Rasulullah. Terima kasih kepada seluruh jajaran dan seluruh Warga Binaan yang telah mengikuti kegiatan ini. Mari kita bersama-sama menjaga Lapas kita tetap kondusif,” ujar Akhmad Herriansyah.
Bagi HY, salah seorang Warga Binaan, pesan yang disampaikan Ustaz Ilham menjadi pengingat untuk tidak terus terbelenggu oleh kesalahan masa lalu. Ia memilih memaknai masa yang dijalani di Lapas sebagai kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri.
“Ceramah tadi mengingatkan saya untuk tidak terus memikirkan masa lalu. Selama masih ada kesempatan di sini, saya ingin belajar dan memperbaiki diri. Mudah-mudahan ke depannya saya bisa jadi lebih baik lagi,” ungkap HY.
Melalui pembinaan keagamaan yang berkelanjutan, Lapas Banjarmasin terus dorong Warga Binaan untuk memperkuat iman, membangun karakter positif, serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat dengan semangat perubahan dan kehidupan yang lebih baik. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


