Majelis Taklim Al-Hijrah Kembali Hadir, Warga Binaan Lapas Batulicin Dalami Makna Ikhlas
Batulicin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin kembali gelar pembinaan kerohanian melalui Majelis Taklim Al-Hijrah, Jumat (28/8). Kegiatan rutin tersebut jadi wadah Warga Binaan perdalam pemahaman keagamaan sekaligus tanamkan nilai keikhlasan dalam beramal selama jalani masa pembinaan.
Kegiatan berlangsung di Masjid At-Taubah Lapas Batulicin dengan menghadirkan Ustaz Erwin Syarifuddin dari Kementerian Agama Kabupaten Tanah Bumbu sebagai pemateri. Kehadiran pemateri dari Kemenag Tanah Bumbu bagian dari sinergi dalam memberikan penguatan keagamaan secara berkelanjutan kepada Warga Binaan.
Majelis Taklim Al-Hijrah jadi ruang pembelajaran bagi Warga Binaan untuk memahami nilai-nilai agama yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Pada tausiah kali ini, pembahasan berfokus pada makna ikhlas dalam beramal sebagai landasan untuk membangun ketulusan, kesadaran diri, dan sikap positif selama menjalani pembinaan.
Rangkaian kegiatan diawali Salat Duha berjemaah, dilanjutkan dengan Yasinan dan doa bersama yang diikuti Warga Binaan dengan khusyuk. Kegiatan kemudian ditutup dengan tausiah agama oleh Ustaz Erwin Syarifuddin tentang pentingnya menjaga keikhlasan dalam setiap amal dan kebaikan.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Batulicin, Harry Indrawan, mengatakan materi tentang ikhlas memiliki keterkaitan erat dengan proses pembentukan karakter Warga Binaan. Menurutnya, keikhlasan perlu dibangun sebagai sikap dalam menjalankan kebaikan dengan kesadaran dan ketulusan, bukan sekadar karena dorongan atau penilaian orang lain.
“Ikhlas dalam beramal merupakan nilai yang penting untuk ditanamkan dalam proses pembinaan karena mengajarkan seseorang untuk melakukan kebaikan dengan niat yang benar. Kami berharap pemahaman ini tidak hanya diterima saat mengikuti majelis taklim, tetapi juga diterapkan Warga Binaan dalam sikap dan perilaku sehari-hari,” ujar Harry.
Salah seorang Warga Binaan, O, mengaku tema yang disampaikan \jadi pengingat bagi dirinya untuk memperbaiki niat dalam melakukan kebaikan. Ia memahami bahwa beramal dengan ikhlas berarti tetap berusaha melakukan hal yang baik tanpa menjadikan pujian atau penilaian orang lain sebagai tujuan.
“Saya memahami bahwa ikhlas bukan hanya melakukan kebaikan, tetapi juga belajar menjaga niat ketika melakukannya. Materi ini mengingatkan saya untuk tidak terlalu memikirkan penilaian orang lain dan berusaha melakukan kebaikan dengan hati yang lebih tulus,” ungkap O.
Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menilai pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran diri Warga Binaan. Ia berharap pemahaman tentang ikhlas dapat menjadi nilai yang membentuk cara berpikir dan perilaku sehingga perubahan yang dibangun tidak hanya terlihat secara lahiriah, tetapi juga tumbuh dari kesadaran pribadi.
“Pembinaan rohani kami harapkan mampu menyentuh kesadaran Warga Binaan secara lebih mendalam. Nilai ikhlas dalam beramal penting untuk membangun ketulusan dalam berbuat baik, memperbaiki diri, dan menumbuhkan kesadaran bahwa setiap perubahan harus dimulai dari niat yang baik,” tegas Thoha.
Majelis Taklim Al-Hijrah jadi salah satu kegiatan rutin pembinaan kepribadian yang terus dilaksanakan Lapas Batulicin untuk memperkuat aspek spiritual Warga Binaan. Melalui pembinaan yang konsisten bersama Kementerian Agama Kabupaten Tanah Bumbu, nilai keikhlasan diharapkan dapat menjadi bagian dari proses perubahan diri dan bekal positif bagi Warga Binaan setelah kembali ke masyarakat. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


