Majelis Taklim Lapas Banjarmasin Ajak Warga Binaan Tadaburi Surah Al-An’am
Banjarmasin, INFO_PAS – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin ikuti kegiatan Majelis Taklim dengan materi tadabur Al-Qur’an Surah Al-An’am ayat 151–153 di Masjid Baabut Taqwa, Selasa (27/10). Kegiatan yang disampaikan Ustaz H. Asfiani Norhasani, Lc., ini mengajak Warga Binaan memahami pesan-pesan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, memperbaiki perilaku, serta memperkuat keimanan selama menjalani masa pembinaan.
Surah Al-An’am ayat 151–153 memuat sejumlah tuntunan penting, di antaranya larangan mempersekutukan Allah, kewajiban berbuat baik kepada orang tua, larangan membunuh anak karena takut miskin, menjauhi perbuatan keji, menjaga hak anak yatim, menyempurnakan takaran dan timbangan, serta menegakkan keadilan. Ayat-ayat tersebut juga menegaskan pentingnya mengikuti jalan Allah yang lurus.
Melalui kegiatan tadabur ini, Warga Binaan diajak tidak sekadar membaca ayat-ayat Al-Qur’an, tetapi juga memahami makna dan menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut diharapkan menjadi bahan introspeksi diri dan mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.
Kasubsi Bimkemaswat Lapas Banjarmasin, Muhammad Ansyari, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan menjadi salah satu sarana untuk memperkuat keimanan sekaligus membangun karakter Warga Binaan.
“Melalui kegiatan tadabur Al-Qur’an, kami berharap Warga Binaan tidak hanya memahami kandungan ayat yang dipelajari, tetapi juga mampu mengambil hikmah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Surah Al-An’am ayat 151–153 mengajarkan nilai-nilai kebaikan, kejujuran, keadilan, serta ketaatan kepada Allah yang penting sebagai bekal memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan,” ujar Muhammad Ansyari.
Sejalan dengan hal tersebut, Ustaz H. Asfiani Norhasani ajak Warga Binaan menjadikan tuntunan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam bersikap dan mengambil keputusan. Pemahaman terhadap ayat-ayat yang dipelajari diharapkan diwujudkan melalui perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
“Surah Al-An’am ayat 151–153 mengingatkan kita untuk menjaga hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya hendaknya menjadi pedoman untuk memperbaiki sikap, berlaku adil, menjaga amanah, dan menjauhi perbuatan yang dilarang Allah. Perubahan diri dimulai dari kesediaan untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran-Nya,” ujar Ustaz H. Asfiani Norhasani.
Secara terpisah, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dari pembinaan kepribadian Warga Binaan.
“Pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dari pembinaan kepribadian Warga Binaan. Kami terus mendorong kegiatan seperti Majelis Taklim agar Warga Binaan dapat memperdalam pemahaman agama, membangun kesadaran diri, serta menumbuhkan perilaku yang lebih baik. Harapannya, nilai-nilai yang diperoleh selama pembinaan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal positif ketika kembali ke masyarakat,” ujar Akhmad.
Bagi Warga Binaan, kegiatan ini juga jadi kesempatan untuk merenungkan kembali perilaku sehari-hari. Warga Binaan YS mengaku mendapatkan pengingat untuk terus memperbaiki diri melalui materi yang disampaikan.
“Dari pengajian tadi, saya jadi lebih ingat untuk menjaga sikap dan memperbaiki diri. Ternyata ayat-ayat yang dibahas banyak mengajarkan bagaimana kita harus bersikap kepada orang lain. Semoga saya bisa menjalankannya sedikit demi sedikit,” ujar YS.
Lapas Banjarmasin terus perkuat pembinaan kepribadian berlandaskan nilai-nilai agama agar Warga Binaan dapat menjalani masa pembinaan dengan lebih baik dan memiliki bekal positif untuk kehidupan setelah bebas. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


