Lapas Perempuan Malang Gelar Skrining TB dan Cek Kesehatan Gratis bagi Pegawai dan Warga Binaan
Malang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang gelar pemeriksaan kesehatan gratis dan pelacakan Tuberkulosis (TB) secara terintegrasi untuk jaga kesehatan pegawai dan Warga Binaan, Kamis (15/10).
Program nasional ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menyasar Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lapas, Rutan, dan Bapas di seluruh Indonesia. Pelaksanaannya tidak dilakukan serentak, tetapi disesuaikan dengan situasi dan kondisi dinas kesehatan di masing-masing wilayah. Program ini berlangsung secara bertahap mulai Juli hingga Desember 2026.
Di Lapas Perempuan Malang, kuota pemeriksaan tahap awal mencakup 200 peserta dari unsur pegawai dan Warga Binaan. Pemeriksaan bagi Warga Binaan yang belum terakomodasi dijadwalkan berlanjut pada pekan depan. Kegiatan ini melibatkan Stop TB Partnership Indonesia (STPI), Dinas Kesehatan Kota Malang, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Ciptomulyo dan Puskesmas Mulyorejo.
Pemeriksaan meliputi skrining TB untuk mendeteksi kemungkinan kasus, pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) berupa pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, serta antropometri, yaitu pengukuran tinggi dan berat badan untuk mengetahui Indeks Massa Tubuh (IMT). Peserta juga menjalani pemeriksaan rontgen untuk mengetahui kondisi paru-paru. Jika ditemukan indikasi TB, pemeriksaan dilanjutkan dengan tes dahak.
Dokter Dani selaku tim medis Lapas Perempuan Malang menyampaikan bahwa skrining terintegrasi berperan penting dalam upaya pencegahan (preventif).
“Skrining ini sangat penting dalam rangka mendeteksi dini, untuk mengetahui apakah perlu penanganan atau tidak. Jadi, untuk berobat yang biasanya kita menunggu sakit, namun dengan langkah ini adalah tindakan preventif yang bagus,” ujar dr. Dani.
Senada, Pengawas Tuberkulosis (Wasor) Dinas Kesehatan Kota Malang, Dika, menekankan bahwa pelacakan kontak erat berperan penting dalam memutus rantai penularan di lingkungan Pemasyarakatan.
“Kegiatan ini bertujuan mencari kontak demi memutus rantai penularan sehingga harus dilakukan skrining dari seluruh kontak kasus, bagi yang tidak bergejala sekaligus bisa menjadi support sistem untuk menyelesaikan indeks kasus ini,” jelas Dika.
Lapas Perempuan Malang berharap kegiatan ini dapat mendukung terciptanya lingkungan Lapas yang sehat dan aman serta mengurangi risiko penularan penyakit menular. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Perempuan Malang
What's Your Reaction?


