Melalui Budidaya Jangkrik, Lapas Narkotika Karang Intan Siapkan Warga Binaan Siap Usaha
Karang Intan, INFO_PAS – Semangat kemandirian kembali terlihat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Melalui program pembinaan kemandirian di Sarana Asimilasi dan Edukasi, Warga Binaan sukses melaksanakan panen jangkrik yang menjadi salah satu wujud nyata pembinaan produktif dan berkelanjutan, Rabu (25/2).
Panen ini merupakan hasil dari proses pembelajaran yang tidak instan. Warga Binaan dibekali pengetahuan mulai dari persiapan kandang, pemilihan bibit unggul, perawatan harian, hingga teknik panen. Program budidaya jangkrik ini dipilih karena memiliki nilai ekonomis tinggi, perawatan relatif mudah, serta peluang pasar yang luas, terutama untuk pakan burung, ikan, dan reptil.
Pada panen kali ini, hasil yang diperoleh mencapai 15 kilogram jangkrik dari dua kandang budidaya. Ini menunjukkan perkembangan yang signifikan dan potensi yang menjanjikan untuk terus dikembangkan ke depan.
Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menyampaikan kegiatan ini bukan sekadar panen hasil ternak, melainkan panen harapan dan perubahan. Pembinaan di Lapas harus mampu memberikan dampak jangka panjang. Tidak hanya bagi Warga Binaan, tetapi juga bagi masyarakat yang nantinya menerima mereka kembali.
“Program budidaya jangkrik ini adalah pembinaan yang kami rancang agar Warga Binaan memiliki keterampilan nyata. Harapannya, ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka sudah memiliki bekal usaha yang bisa langsung dijalankan secara mandiri,” harap Yugo.
Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Indra, menambahkan program ini juga melatih kedisiplinan dan tanggung jawab “Budidaya jangkrik membutuhkan ketelatenan dan konsistensi. Warga Binaan belajar mengatur waktu pemberian pakan, menjaga kebersihan kandang, dan memantau siklus pertumbuhan. Ini membentuk karakter kerja yang positif,” terangnya.
Salah satu Warga Binaan, Sapri, mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti program tersebut. “Awalnya saya tidak tahu cara beternak jangkrik. Sekarang saya sudah paham dari awal sampai panen. Saya punya rencana, setelah bebas nanti, ingin mencoba usaha ini di rumah. Setidaknya saya sudah punya bekal dan tidak mulai dari nol,” ungkapnya.
Panen jangkrik ini menjadi simbol proses pembinaan di Lapas bukan sekadar menjalani masa pidana, tetapi juga membangun kembali rasa percaya diri, keterampilan, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Kontributor: LPN Karang Intan
What's Your Reaction?


