Mengasah Keahlian lewat Gunting, Barbershop Lapas Batulicin Dorong Kemandirian Warga Binaan
Batulicin, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin beri ruang bagi Warga Binaan untuk asah keterampilan pangkas rambut melalui Barbershop Lapas Batulicin, Senin (31/8). Kegiatan tersebut bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus sarana bagi Warga Binaan untuk pelajari keterampilan yang dapat dikembangkan setelah kembali ke masyarakat.
Kegiatan pangkas rambut beri kesempatan kepada Warga Binaan untuk belajar melalui praktik langsung. Mulai dari menentukan model, mengatur ketebalan rambut, hingga merapikan bagian tertentu, setiap proses butuh ketelitian, kesabaran, dan kemampuan menggunakan peralatan secara tepat.
Melalui praktik yang dilakukan secara rutin, Warga Binaan dapat kembangkan kemampuan pangkas rambut dari teknik dasar hingga hasilkan potongan yang rapi dan sesuai kebutuhan. Keterampilan praktis terus juga dapat dikembangkan jadi aktivitas produktif setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Batulicin, Harry Indrawan, menjelaskan Barbershop jadi salah satu sarana pembinaan kemandirian yang memberi ruang bagi Warga Binaan untuk belajar keterampilan secara langsung. Menurutnya, latihan yang konsisten penting untuk membentuk ketelitian sekaligus meningkatkan kemampuan kerja.
“Pembinaan di Barbershop tidak hanya mengajarkan bagaimana menggunakan gunting dan peralatan cukur, tetapi juga melatih ketelitian, kesabaran, dan tanggung jawab terhadap hasil pekerjaan. Kami ingin keterampilan yang diperoleh dapat terus berkembang menjadi kemampuan yang produktif,” ujar Harry.
Salah seorang Warga Binaan, W, mengaku senang dapat kesempatan belajar memangkas rambut melalui aktivitas di Barbershop. Ia menilai keterampilan tersebut beri pengalaman baru yang dapat dikembangkan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat.
“Awalnya saya belajar dari hal-hal dasar, kemudian semakin sering praktik saya mulai lebih percaya diri. Bagi saya, keterampilan ini sangat bermanfaat karena bisa menjadi bekal untuk bekerja atau membuka usaha sendiri setelah bebas nanti,” ungkap W.
Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, mengatakan pembinaan kemandirian diarahkan untuk memberi keterampilan yang memiliki manfaat nyata bagi masa depan Warga Binaan. Ia mendukung pengembangan Barbershop sebagai ruang pembelajaran yang mendorong Warga Binaan lebih terampil dan produktif.
“Kami terus mendorong pembinaan yang memberikan keterampilan nyata dan dapat dikembangkan setelah Warga Binaan kembali ke masyarakat. Barbershop menjadi salah satu ruang untuk membangun kemampuan kerja sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri agar mereka memiliki bekal positif untuk menjalani kehidupan secara mandiri,” tegas Thoha.
Melalui Barbershop, Lapas Batulicin beri kesempatan kepada Warga Binaan untuk kembangkan keterampilan yang bernilai produktif. Kemampuan yang diasah selama jalani pembinaan diharapkan dapat jadi bekal untuk membangun kehidupan yang mandiri setelah kembali ke masyarakat. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


