Pembinaan Kemandirian, Lapas Batulicin Panen 50 Kg Kangkung dan 51 Kg Lele

Pembinaan Kemandirian, Lapas Batulicin Panen 50 Kg Kangkung dan 51 Kg Lele

Batulicin, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin kembangkan pembinaan kemandirian melalui kegiatan pertanian dan perikanan yang dikelola Warga Binaan. Senin (31/8), kedua kegiatan tersebut hasilkan panen 50 kilogram kangkung dan 51 kilogram ikan lele.

Budidaya kangkung dilakukan melalui tahapan penanaman, penyiraman, pemupukan, hingga panen pada usia 23 hari. Sementara itu, budidaya lele berlangsung sekitar 2,5 bulan sejak penebaran benih, dengan pemberian pakan tiga kali sehari dan perawatan kualitas air kolam.

Dalam kegiatan pertanian, Warga Binaan merawat tanaman secara konsisten meskipun musim kemarau menyebabkan ketersediaan air terbatas. Pada budidaya lele, pemberian pakan dan perawatan kolam dilakukan secara rutin untuk menjaga pertumbuhan ikan hingga mencapai ukuran panen.

Hasil kedua kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk dukung keberlangsungan pembinaan di Lapas Batulicin. Sebanyak 50 kilogram kangkung didistribusikan ke Dapur Sehat Lapas Batulicin untuk penuhi kebutuhan konsumsi pangan Warga Binaan, sedangkan 51 kilogram lele dipasarkan dan hasil penjualannya digunakan untuk pembelian pakan serta peralatan budidaya perikanan.

Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Batulicin, Harry Indrawan, mengatakan kegiatan pertanian dan perikanan memberi pengalaman kerja secara langsung kepada Warga Binaan. Menurutnya, hasil panen yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan internal maupun keberlanjutan kegiatan menunjukkan bahwa pembinaan berjalan secara produktif.

“Pertanian dan perikanan kami kembangkan sebagai ruang bagi Warga Binaan untuk belajar mengelola kegiatan secara konsisten dari awal hingga menghasilkan. Ketika hasilnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan Lapas maupun mendukung keberlangsungan kegiatan pembinaan, manfaatnya menjadi semakin nyata,” ujar Harry.

Salah seorang Warga Binaan, H, mengatakan keterlibatannya dalam kegiatan pertanian dan perikanan memberi pengalaman sekaligus mengajarkan pentingnya ketekunan dalam menjalankan tanggung jawab.

“Saya mendapatkan banyak pengalaman dari kegiatan ini, mulai dari merawat kangkung sampai memelihara lele. Walaupun ada tantangan seperti air yang terbatas saat kemarau, kami tetap berusaha menjalankan tugas dengan baik karena dari proses ini saya belajar tentang kesabaran, tanggung jawab, dan ketekunan,” ungkap H.

Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian dan perikanan. Ia berharap kegiatan tersebut terus memberikan pengalaman kerja sekaligus keterampilan bagi Warga Binaan.

“Kami mendukung pembinaan kemandirian yang memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk belajar, bekerja, dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Yang terpenting bukan hanya hasil panennya, tetapi proses yang membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan keterampilan yang dapat mereka bawa sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” tegas Thoha. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Batulicin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0