Menolak Buta Aksara, 24 Warga Binaan Rutan Sengkang Ikuti Ujian Keaksaraan Dasar

Menolak Buta Aksara, 24 Warga Binaan Rutan Sengkang Ikuti Ujian Keaksaraan Dasar

Wajo, INFO_PAS – Sebanyak 24 peserta didik yang merupakan Warga Binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sengkang ikuti ujian akhir keakasaraan dasar yang diselenggarakan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rutan Sengkang mulai Rabu (27/12). Sebelumnya, mereka telah menjalani proses pembelajaran baca tulis selama tiga bulan lamanya.

Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan yang juga Ketua PKBM Rutan Sengkang, Hasnah, mengungkapkan ujian keaksaraan dasar adalah syarat yang harus dilalui peserta didik untuk mendapatkan Surat Keterangan Melek Aksara (SUKMA) dari Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo. "Ujian keaksaraan dasar ini berlangsung selama tiga hari di ruang perpustakaan dan diawasi langsung oleh tenaga pengajar dari Rutan Sengkang. Dari 24 peserta didik yang mengikuti ujian, dua di antaranya adalah perempuan," terang Hasnah.

Meski terlihat cukup sulit menjawab butiran soal, 24 Warga Binaan mampu menyelesaikan soal yang berisi pertanyaan menguji kemampuan membaca sekaligus menulis. Selain itu, mereka juga diuji kemampuan untuk mengerjakan soal matematika sederhana berupa pertambahan, perkalian, dan pengurangan. 

Tenri Abeng, satu dari 24 Warga Binaan yang ikut ujian keaksaraan dasar, sangat terbantu dengan program pemberantasan buta aksara. Ia bertekad mendapatkan SUKMA sebelum bebas nanti. 

"Walaupun usia saya sudah cukup tua, saya mau belajar membaca supaya tidak dibodoh-bodohi orang lain," ujarnya.

Di tempat terpisah, Kepala Rutan Sengkang, Amir S., mengapresiasi program pemberantasan buta aksara yang telah dijalankan PKBM Rutan Sengkang. “Semoga ujian akhir keaksaraan dasar ini dapat dipergunakan dengan maksimal oleh Warga Binaan agar bisa meraih SUKMA,” harapnya. (IR)

 

 

Kontributor: Rutan Sengkang

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0