Modus Baru Edarkan Narkoba ke Lapas

Bandung, Teraspolitik. Ditres Narkoba Polda Jabar berhasil membongkar peredaran narkoba di Lapas Banceuy. Setelah penyelidikan dilakukan selama tiga bulan, polisi berhasil meringkus 20 tersangka dari 11 kasus yang berbeda.
Ditres Narkoba Polda Jabar Kombes Pol Hafriono didampingi Kasubdit I Ditres Narkoba Polda Jabar AKBP Kunto Prasetyo menjelaskan, dari 20 tersangka tersebut, 14 orang masih berstatus narapidana dan enam orang lainnya merupakan pengunjung atau orang yang berpura-pura membesuk tahanan. Petugas juga menyita barang bukti berupa sabu sebanyak 23,9 gram, ganja 860,03 gram, dan putau 0,6 gram.
Dalam melakukan penggerebekan di Lapas, petugas menemukan modus baru yang dilakukan para pelaku untuk mengelabui petugas sipir penjara untuk menyelundupkan barang-barang haram tersebut.

Modus Baru Edarkan Narkoba ke Lapas
Bandung, Teraspolitik. Ditres Narkoba Polda Jabar berhasil membongkar peredaran narkoba di Lapas Banceuy. Setelah penyelidikan dilakukan selama tiga bulan, polisi berhasil meringkus 20 tersangka dari 11 kasus yang berbeda.
Ditres Narkoba Polda Jabar Kombes Pol Hafriono didampingi Kasubdit I Ditres Narkoba Polda Jabar AKBP Kunto Prasetyo menjelaskan, dari 20 tersangka tersebut, 14 orang masih berstatus narapidana dan enam orang lainnya merupakan pengunjung atau orang yang berpura-pura membesuk tahanan. Petugas juga menyita barang bukti berupa sabu sebanyak 23,9 gram, ganja 860,03 gram, dan putau 0,6 gram.
Dalam melakukan penggerebekan di Lapas, petugas menemukan modus baru yang dilakukan para pelaku untuk mengelabui petugas sipir penjara untuk menyelundupkan barang-barang haram tersebut.
”Yang baru yakni orang yang bezuk ada yang menggunakan media sandal untuk memasukkan narkoba jenis sabu ke dalam lapas. Sandal itu dibelah jadi dua dan sabunya diselipkan di antara sandal tersebut. Setelah sampai di dalam orang yang membesuk tadi menukar sandalnya dengan napi,” jelasnya kepada wartawan di Mapolda Jabar, Kamis (9/2/2012).
Di samping itu, ada pula pelaku yang menggunakan modus dengan memasukkan ganja ke dalam botol minuman dan selanjutnya dilempar ke dalam lapas saat malam hari.
”Saat itu kita temukan empat botol mencurigakan. Kita pantau dari CCTV lapas, ternyata ada napi yang ambil botol itu. Tidak lama, kita periksa ke dalam lapas dan ternyata botol itu berisikan ganja,” katanya.
Menurutnya, untuk masuk ke dalam lapas, pengunjung sebelumnya dilakukan pemeriksaan mulai badan hingga barang bawaan. Namun, para pelaku diduga telah mengamati dan mendapatkan cara baru yakni dengan menggunakan sandal jepit yang selalu luput dari pemeriksaan.
Hafriyono mengatakan, tidak menutup kemungkinan para pelaku pengedar narkoba akan terus mencari cara lain untuk dapat menyelundupkan narkoba ke dalam lapas. Peredaran narkoba yang disembunyikan ke dalam bungkus rokok, menurut Hafriyono merupakan modus lama. Namun, untuk modus disembunyikan di dalam sandal jepit dan dalam botol minuman, merupakan modus terbaru. Tidak menutup kemungkian para pelaku akan mencari cara lain untuk menyelundupkan narkoba ke dalam atau mengedarkan di dalam lapas.
Menurutnya, dengan terungkapnya peredaran narkoba dari luar ke dalam lapas dan di dalam lapas adalah buah kerjasama antara Ditres Narkoba Polda Jabar dengan pihak Lapas Banceuy.
”Diharapkan, dengan adanya kerjasama antara pihak kepolisian dan pihak sipir sangat tepat untuk menekan peredaran masuknya narkoba ke dalam lapas,” harapnya.
Di samping itu, pihaknya menegaskan untuk para narapidana yang terbukti bersalah dalam peredaran narkoba tersebut maka akan tetap ditahan di Rutan Kebonwaru. Namun, masa hukuman mereka akan bertambah sesuai dengan perbuatannya.
”Sedangkan untuk para pengunjung yang tertangkap tangan, dilimpahkan ke kepolisian dan dilakukan penahanan. Untuk napi yang terbukti mereka akan dikenakan pasal baru dan penambahan sanksi hukuman penjara,” tegasnya. (tri/e3)
 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0