Natal Bersama Rutan dan Lapas Tanjung, Perkuat Pembinaan Rohani Warga Binaan

Natal Bersama Rutan dan Lapas Tanjung, Perkuat Pembinaan Rohani Warga Binaan

Tanjung, INFO_PAS - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung gelar Perayaan Natal bersama Warga Binaan beragama Nasrani bekerja sama dengan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI), Kamis (18/12). Kegiatan ini menjadi wujud pemenuhan hak beribadah sekaligus sarana pembinaan rohani untuk menumbuhkan iman, pengharapan, dan semangat kebersamaan.

Perayaan Natal tahun ini memiliki makna tersendiri karena dilaksanakan secara bersama oleh Rutan Tanjung dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung. Kegiatan terpusat di Aula Lapas Tanjung dan dihadiri jajaran internal Pemasyarakatan, rohaniawan, serta tamu undangan dari luar, sehingga menciptakan suasana kebersamaan lintas unit yang khidmat dan penuh kekeluargaan.

Selain bekerja sama dengan GPdI, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tabalong. Rangkaian ibadah diawali dengan doa pembuka, dilanjutkan sambutan dari Kepala Lapas Tanjung, Tri Joko Wiyono, Kepala Rutan Tanjung, Raymon Andika Girsang, serta perwakilan panitia.

Dalam sambutannya, Kepala Rutan Tanjung menyampaikan harapan agar perayaan Natal ini menjadi bekal positif bagi Warga Binaan dalam menjalani proses pembinaan.

“Puji syukur perayaan Natal bersama ini dapat terlaksana dengan baik. Semoga momentum Natal menjadi penguat iman, menumbuhkan pengharapan, serta membangun semangat perubahan ke arah yang lebih baik. Kebersamaan Rutan dan Lapas Tanjung juga mencerminkan semangat persatuan dan toleransi di lingkungan Pemasyarakatan,” ujar Raymon.

Acara dilanjutkan dengan prosesi penyalaan lilin sebagai simbol terang dan pengharapan Natal, yang dilakukan secara bergantian oleh perwakilan panitia, jajaran Rutan dan Lapas Tanjung, Dharma Wanita Persatuan, Warga Binaan, serta pegawai.

Ibadah kemudian diisi dengan pujian rohani dan penyampaian Firman Tuhan oleh Pdt. Aris Anto. Dalam khotbahnya, ia mengajak Warga Binaan memaknai Natal sebagai momentum pengharapan dan perubahan hidup.

“Keselamatan yang dibawa oleh kelahiran Yesus tidak terbatas pada siapa pun. Selalu ada kesempatan untuk berubah dan menjadi lebih baik,” tuturnya.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pujian dari panitia, petugas, serta penampilan Warga Binaan Rutan dan Lapas Tanjung. Suasana ibadah berlangsung penuh khidmat dan reflektif.

Warga Binaan mengaku perayaan Natal ini memberikan kekuatan dan motivasi baru dalam menjalani masa pidana. Selain merasakan kebersamaan, ibadah Natal menjadi ruang refleksi dan penguatan nilai-nilai positif selama mengikuti pembinaan.

“Perayaan Natal ini sangat berarti bagi kami. Suasana doa dan pujian membuat hati kami damai dan memberi semangat untuk terus memperbaiki diri,” ungkap F, salah satu Warga Binaan.

Melalui perayaan Natal ini, Rutan dan Lapas Tanjung berharap Warga Binaan terus bertumbuh secara spiritual serta memaknai Natal sebagai momentum pembaruan hidup menuju pribadi yang lebih baik. (afn)

 

Kontributor: Humas Rutan Tanjung

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0