Panen 181 Kg Lele, Lapas Batulicin Perlihatkan Keberlanjutan Program Kemandirian
Batulicin, INFO PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin sukses panen 181 kilogram lele di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) sektor perikanan, Selasa (20/10). Hasil panen tersebut menjadi pengelolaan usaha produktif yang mendukung kesinambungan pembinaan dan operasional budidaya perikanan.
Lele yang dipanen telah melalui masa pemeliharaan selama tiga bulan sejak penebaran benih hingga mencapai waktu panen. Proses tersebut mencerminkan budidaya yang terencana, mulai dari penebaran benih, pemeliharaan, hingga pemanenan untuk memperoleh hasil produksi optimal.
Hasil penjualan lele dimanfaatkan untuk menunjang keberlangsungan pembinaan kemandirian sektor perikanan, termasuk pembelian pelet apung berprotein tinggi, suplemen ikan, bibit lele, dan berbagai kebutuhan operasional lainnya. Pemanfaatan hasil usaha tersebut menjadi upaya menjaga ketersediaan sarana produksi agar kegiatan budidaya terus berjalan berkelanjutan.
Staf Pembinaan, Donny Anwar, menjelaskan panen lele merupakan upaya menjaga kesinambungan program kemandirian sektor perikanan. Ia menyampaikan hasil penjualan produksi dimanfaatkan kembali untuk memenuhi kebutuhan pemeliharaan dan operasional budidaya.
“Lele yang dipanen sebanyak 181 kilogram ini telah dipelihara selama tiga bulan sejak penebaran benih. Hasil penjualannya digunakan untuk mendukung keberlanjutan budidaya, seperti pembelian pelet apung berprotein tinggi, suplemen, bibit lele, dan kebutuhan operasional lainnya,” ujar Donny.
Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran praktis bagi Warga Binaan untuk memperoleh pengalaman dalam pengelolaan budidaya perikanan. Melalui keterlibatan dalam tahapan pemeliharaan hingga panen, Warga Binaan diharapkan mengembangkan keterampilan yang menjadi bekal untuk membangun kemandirian setelah menyelesaikan masa pidana.
Salah seorang Warga Binaan, U, menyampaikan keterlibatannya dalam budidaya lele memberikan pengalaman mengenai proses pemeliharaan ikan hingga siap dipanen. Ia berharap kegiatan tersebut terus berlanjut sehingga keterampilan yang diperoleh bermanfaat ketika kembali ke masyarakat.
“Kami bisa belajar memelihara ikan dari awal hingga siap dipanen. Pengalaman tersebut menambah pengetahuan dan keterampilan yang mudah-mudahan bisa kami manfaatkan untuk hidup mandiri setelah kembali ke masyarakat,” ungkap U.
Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan program kemandirian perlu dikelola secara produktif dan berkesinambungan agar memberikan manfaat nyata bagi pembinaan Warga Binaan. Pemanfaatan hasil penjualan untuk memenuhi kebutuhan produksi menjadi salah satu upaya menjaga keberlangsungan usaha perikanan di SAE.
“Kami mendorong agar program kemandirian tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan proses budidayanya. Dengan memanfaatkan hasil penjualan untuk memenuhi kebutuhan pakan, suplemen, bibit, dan operasional lainnya, kegiatan perikanan terus berjalan sekaligus menjadi sarana pembelajaran keterampilan bagi Warga Binaan,” ujar Thoha.
Panen lele sebanyak 181 kilogram ini menunjukkan upaya Lapas Batulicin dalam mengembangkan program kemandirian sektor perikanan melalui pengelolaan usaha berkelanjutan. Melalui pemanfaatan hasil penjualan untuk mendukung siklus produksi berikutnya, kegiatan budidaya di SAE diharapkan terus memberikan manfaat bagi pembinaan keterampilan dan kemandirian Warga Binaan. (IR)
Kontributor: Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


