Panen 20 Kilogram Pakcoy, Lapas Narkotika Pangkalpinang Perkuat Ketahanan Pangan

Panen 20 Kilogram Pakcoy, Lapas Narkotika Pangkalpinang Perkuat Ketahanan Pangan

Pangkalpinang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang kembali dukung program ketahanan pangan melalui panen rutin 20 kilogram pakcoy hidroponik di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Jumat (7/8). Kegiatan ini bagian dari pembinaan kemandirian yang bekali Warga Binaan dengan keterampilan pertanian modern sekaligus hasilkan produk bernilai ekonomi.

Panen dipimpin Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Ade Agustina, bersama para Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Kepulauan Babel. Turut hadir Ketua Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (Pipas) Daerah Kepulauan Babel, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Cabang Kanwil Ditjenpas Babel, serta tiga Warga Binaan yang mengikuti program hidroponik.

Kepala Lapas Narkotika Pangkalpinang, Novriadi, mengatakan program hidroponik tidak hanya bekali Warga Binaan dengan keterampilan, tetapi juga mendorong kemandirian dan produktivitas selama menjalani pembinaan.

"Kami ingin memastikan setiap program pembinaan memberikan manfaat nyata. Melalui budidaya hidroponik, Warga Binaan memperoleh keterampilan yang dapat menjadi bekal saat kembali ke masyarakat, sekaligus mendukung program ketahanan pangan," ujar Novriadi.

Adapun hasil panen dikemas untuk dipasarkan kepada masyarakat serta dimanfaatkan sebagai bahan baku pengolahan makanan di kantin Lapas.

Ade Agustina mengapresiasi keberhasilan pengelolaan program hidroponik tersebut. Menurutnya, program ini sejalan dengan upaya memperkuat pembinaan berbasis ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kompetensi Warga Binaan.

"Program hidroponik seperti ini perlu terus dikembangkan karena memberikan manfaat ganda. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga membentuk karakter, keterampilan, dan etos kerja Warga Binaan sebagai bekal saat mereka kembali ke tengah masyarakat," ungkap Ade.

Program hidroponik di SAE merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang mendukung Asta Cita Presiden, 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta 21 Arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, khususnya di bidang ketahanan pangan. Melalui kegiatan kerja produktif, Warga Binaan diberi kesempatan kembangkan keterampilan sebagai bekal reintegrasi sosial. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Narkotika Pangkalpinang

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0