Lapas I Tangerang Bahas Peluang Kerja Sama Pelatihan Menjahit bersama PT High Apparel Indonesia

Lapas I Tangerang Bahas Peluang Kerja Sama Pelatihan Menjahit bersama PT High Apparel Indonesia

Tangerang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang bahas peluang kerja sama pelatihan menjahit dengan PT High Apparel Indonesia sebagai upaya memperkuat pembinaan kemandirian Warga Binaan, Jumat (7/8). Pelatihan dirancang sesuai kebutuhan industri konveksi agar keterampilan yang diperoleh memiliki daya saing di dunia kerja.

Pertemuan dihadiri jajaran struktural Bidang Kegiatan Kerja dan Subbagian Keuangan Lapas Tangerang bersama Direktur PT High Apparel Indonesia, Henhen Gunawan. Kedua pihak bertukar informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja di bidang konveksi sekaligus bahas konsep pelatihan yang selaras dengan kebutuhan industri.

Dalam kesempatan itu, Henhen Gunawan menjelaskan keterampilan menjahit tidak hanya ditentukan kemampuan mengoperasikan mesin jahit, tetapi juga ketelitian, pemahaman alur produksi, serta penggunaan mesin dan peralatan yang tepat. Penguasaan aspek tersebut menjadi bagian penting untuk menghasilkan produk sesuai standar industri konveksi.

Sebagai gambaran awal, pelatihan direncanakan berlangsung sekitar dua minggu dengan materi teori dan praktik. Program ditujukan bagi 30 Warga Binaan yang dibagi dalam dua angkatan, masing-masing berisi 15 peserta, sehingga proses belajar dan pendampingan dapat berlangsung lebih efektif.

Selain pelatihan menjahit, pertemuan juga bahas peluang pengembangan keterampilan lain yang mendukung industri konveksi, seperti teknik sablon. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.

Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Tangerang, Aris Supriyadi, mengatakan kemitraan dengan dunia usaha menjadi langkah penting untuk hadirkan pembinaan yang relevan dengan kebutuhan lapangan kerja.

"Pembinaan kemandirian harus mampu memberikan manfaat yang nyata bagi Warga Binaan. Karena itu, kami terus membangun kerja sama dengan berbagai mitra agar keterampilan yang diberikan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, Warga Binaan memiliki bekal yang lebih baik untuk membangun kehidupan yang mandiri, produktif, dan kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat," ujar Aris.

Senada dengan itu, Henhen Gunawan mengapresiasi komitmen Lapas Tangerang dalam membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha. “Pelatihan yang disusun berdasarkan kebutuhan industri akan memberi manfaat lebih besar karena peserta tidak hanya belajar teknik menjahit, tetapi juga memahami standar kerja di proses produksi,” katanya.

Pertemuan ini diharapkan jadi langkah awal terjalinnya kerja sama yang memperkuat pembinaan kemandirian Warga Binaan. Dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri, mereka diharapkan lebih siap kembali ke masyarakat secara mandiri, produktif, dan bertanggung jawab. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas I Tangerang

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0